• KANAL BERITA

PKB Ingin Munculkan Kader NU di Pilkada 2020

BACAKAN KESEPAKATAN: Ketua PCNU Kabupaten Semarang, KH Ahmad Fauzan didampingi Ketua DPC PKB, Badarudin dan beberapa pengurus membacakan kesepakatan hasil pertemuan di Hotel Kediri, Bandungan, Minggu (27/10) petang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
BACAKAN KESEPAKATAN: Ketua PCNU Kabupaten Semarang, KH Ahmad Fauzan didampingi Ketua DPC PKB, Badarudin dan beberapa pengurus membacakan kesepakatan hasil pertemuan di Hotel Kediri, Bandungan, Minggu (27/10) petang. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

BANDUNGAN, suaramerdeka.com - Pengurus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Semarang berencana memunculkan kader NU dalam Pilkada 2020 mendatang. Rumusan itu menurut Ketua PCNU Kabupaten Semarang, KH Ahmad Fauzan, merupakan kelanjutan dari hasil pertemuan Tim 13 yang terbentuk belum lama ini.

“Tim 13 itu, terdiri dari para kiai yang mengamanatkan kita tentang kriteria calon Bupati dan Wakil Bupati Semarang melalui Pilkada 2020,” katanya, di Hotel Kediri, Bandungan, Minggu (27/10) petang.

Pertemuan yang dihadiri pengurus DPC PKB dan pengurus PCNU, semua badan, serta lembaga otonom NU itu, menyepakati beberapa keputusan. Diantaranya, memutuskan PKB dan NU untuk bersatu dalam konteks Pilkada 2020.

“Sehingga dengan begitu, akan menjadi komitmen kita bersama untuk meraih tujuan sebagai bentuk kerinduan kita pada kemenangan Pilkada 2005 silam,” jelasnya.

Ahmad Fauzan menegaskan, pihaknya tidak bisa meninggalkan tradisi NU. Maka dalam waktu dekat, pihaknya hendak sowan ke sesepuh NU dan meminta yang bersangkutan untuk istiqarah atau meminta petunjuk Allah SWT  agar mendapat tokoh yang terbaik dan lebih berkah.

Ketua DPC PKB Kabupaten Semarang, Badarudin menekankan, pihaknya tetap komitmen dan istiqomah akan mengawal apa yang menjadi keputusan bersama antara DPC PKB dengan PCNU Kabupaten Semarang. Yang jelas menurut dia, meski bukan partai politik, NU punya kepengurusan dari pusat sampai ranting di Kabupaten Semarang.

DPC PKB menyadari, pihaknya tidak bisa mengusung calon sendiri. Maka tetap akan berkoalisi dengan partai lain. Upayanya, diawali melalui komunikasi intensif dengan seluruh partai politik yang ada di Kabupaten Semarang.

“Walaupun NU bukan partai politik, PKB selaku partai politik siap menerima amanah dari NU,” ucapnya.

Menyikapi langkah mantan Ketua PCNU Kabupaten Semarang, Ahmad Hanik yang baru-baru ini mendaftar sebagai calon wakil bupati Semarang melalui PDIP, Ahmad Fauzan menegaskan, hal itu dilakukan atas nama pribadi bukan atas nama NU.

“Tidak (meminta izin dari PCNU-Red), jadi yang bersangkutan berangkat sendiri. Mungkin pula diantarkan orang-orang atas nama pribadi, bukan atas nama lembaga. Kalaupun ada yang pakai atribut NU, mohon maaf itu juga bukan atas nama organisasi,” tegasnya.

Berbicara kriteria calon, pada dasarnya ia menjabarkan harus warga Negara Indonesia. Karena NU wajib menjaga warisan leluhur, maka siapapun wakilnya harus mempertahankan kesatuan Negara Republik Indonesia. Selain itu, harus mampu mempertahankan budaya dan tradisi lokal sebagai bangsa serta Islam Nusantara.

“Kami menginginkan posisi bupati dan wakil bupati. Karena NU ini bergerak di bidang sosial keagamaan maka yang bersangkutan harus punya agama yang cetha,” jabar dia.


(Ranin Agung/CN39/SM Network)