• KANAL BERITA

Begal Berpistol Dibekuk Polisi Rembang

Kapolres Rembang, AKBP Dolly Primanto, didampingi Kasatreskrim AKP Bambang Sugito serta KBP Reskrim Iptu Sutikno, menunjukan pistol air solfgun yang digunakan tersangka begal beraksi. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
Kapolres Rembang, AKBP Dolly Primanto, didampingi Kasatreskrim AKP Bambang Sugito serta KBP Reskrim Iptu Sutikno, menunjukan pistol air solfgun yang digunakan tersangka begal beraksi. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Satreskrim Polres Rembang berhasil membekuk seorang pelaku begal jalanan yang beraksi dengan pistol jenis air solfgun. Tersangka yang bernama HS (55), warga Desa Pasedan Bulu itu menjadi buronan alias Target Operasi (TO), sudah sejak 2018.

Kalau punya handphone terbaik, cari info soal daerah rawan kriminalitas. Biar tidak jadi korban.

Pelaku menggunakan air solfgun merk RCV hitam, menjalankan aksinya dengan menodong korban pada 11 Oktober 2018 silam. Korban adalah Dwi Daryanto (19), warga Rt 3 Rw 3 Desa Pasedan Kecamatan Bulu.

Aksi pembegalan dilakukan tersangka di jalanan gelap Dukuh Bawang Desa Pasedan. Korban yang mengendarai sepeda motor diadang dan ditodong pistol sehingga mau menyerahkan sejumlah uang miliknya, serta ponsel merk Samsung J1.

Kapolres Rembang, AKBP Dolly Primanto mengungkapkan, untuk mengelabui korban tersangka juga bekerja sama dengan sejumlah temannya. Satu teman tersangka diminta untuk berpura-pura membonceng korban di jalanan sepi.

Kemudian tersangka yang juga berboncengan dengan temannya mengadang dan menodongkan pistol kepada korban. Untuk memberikan kesan tidak ada persekongkolan, tersangka berpura-pura menggeledah pakaian temannya yang memboncengkan korban.

“Air solfgun yang digunakan tersangka aktif, dan tentu saja ilegal (tidak terdaftar). Modusnya tersangka menakut-nakuti dengan senjata tersebut, sehingga korban menyerahkan barang berharganya,” terang Kapolres.

Selain tersangka begal, dalam rilis yang digelar Senin (28/10) itu, polisi juga menangkap tiga TO lainnya. Satu TO bernama Ari Wibowo (25), warga Desa Pakis Kecamatan Sale. Tersangka yang berprofesi sebagai sopir itu melakukan pencurian sepeda motor Yamaha Jupiter Z Nopol 2478 AD.

Mirisnya, aksi pencurian tersebut dilakukan oleh tersangka di lokasi pengajian Desa Jukung Kecamatan Bulu, pada 27 Oktober 2018 silam. Sepeda motor curian itu, oleh tersangka dijual di sebuah warkop di Desa Ukir Sale dengan harga Rp 2,7 juta. Uangnya digunakan untuk bersenang-senang.

Tersangka lainnya yang ditangkap adalah Sofianton (39), warga Wergu Tempel, Kelurahan Wergu Wetan, Kecamatan/Kabupaten Kudus. Tersangka jadi TO, lantaran mengembat ponsel dan Honda Beat Nopol K 6773 ZM di Kelurahan Leteh pada 11 Juli 2018 silam.

Kuli Bangunan

Satu TO lainnya yang ditangkap adalah Ahmad Syaifudin (19), kuli bangunan di RSUD Rembang yang merupakan warga Desa Gambiran Kecamatan Pamotan. Tersangka ditangkap karena nekat mencuri Yamaha Mio Nopol K 2559 BD di belakang counter Bebe Cell, Kutoarjo.

Barang curian itu diserahkan kepada pemilik warung sebagai sarana membayar hutang tersangka. Satu tersangka non TO yang juga diamankan polisi adalah Paji Irwanto (19), warga Desa Tengger Kecamatan Sale.

Tersangka diamankan karena mencuri sebuah ponsel dan Honda Vario 150 Nopol K 4750 BW. Pencurian dilakukan tersangka di rumah perangkat desa di Desa Japerejo Kecamatan Pamotan, 3 Oktober 2019 lalu.

Sementara itu, dalam rilis kemarin Kapolres juga secara simbolis menyerahkan sepeda motor yang curian kepada pemiliknya alias korban. Korban bernama Mukit warga Desa Pomahan Kecamatan Sulang itu kehilangan sepeda motor baru jenis N-Max pada Agustus lalu.

“Saya senang akhirnya sepeda motor kembali. Ini beli baru, Rp 27 juta, makanya belum ada plat nomornya. Hilang di dalam rumah malam hari, dan baru saya ketahui pagi sekitar pukul 05.30,” kata Mukit.


(Ilyas al-Musthofa/CN40/SM Network)