• KANAL BERITA

Partisipasi Pemilu di Kabupaten Magelang Capai 85 Persen

EVALUASI: Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Magelang, Dwi Endys Mindarwoko, meminta pendapat relasi KPU dalam acara evaluasi sosialisasi dan partisipasi masyarakat dalam Pemilu serentak 2019, Senin (28/10). (Foto suaramerdeka.com/Eko Priyono)
EVALUASI: Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Magelang, Dwi Endys Mindarwoko, meminta pendapat relasi KPU dalam acara evaluasi sosialisasi dan partisipasi masyarakat dalam Pemilu serentak 2019, Senin (28/10). (Foto suaramerdeka.com/Eko Priyono)

MUNGKID, suaramerdeka.com - Partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 di Kabupaten Magelang mencapai angka 85 persen pemilih. Itu termasuk angka capaian yang cukup signifikan.

Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat KPU Kabupaten Magelang, Dwi Endys Mindarwoko, mengatakan hal itu dalam rapat evaluasi sosialisasi dan partisipasi masyarakat dalam Pemilu serentak 2019, Senin (28/10).

Ditegaskan, keberhasilan itu bukan karena jerih payah KPU semata, tetapi berkat berbagai pihak. ''Partisipasi masyarakat untuk pemilu kali ini lebih besar dibading sebelumnya, orang yang tidak pernah memilih jadi memilih,'' katanya.

Padahal, lanjutnya, Pemilu 2019 termasuk terumit di dunia. Banyak pihak dari luar negeri ikut memantau pelaksanaan pemilu di Indonesia yang super rumit dan super kompleks. Sebagai hasilnya, KPU RI bisa mencapai 80 persen pemilih dan di Kabupaten Magelang mencapai 85 persen jiwa pemilih. Sementara itu di Jateng 80,23 persen, Papua 95,7 persen, NTB 80 persen, Kalimantan Utara 79 persen, Sumatera Utara 77 persen, dan di DKI 79 persen.

Faktor yang mengherankan, pada Pemilu 2019 banyak pemilih yang tidak kenal dengan caleg yang akan dipilih, karena tidak ada fotonya. Sejalan dengan itu dia minta kepada semua pihak agar yang baik dipertahankan, yang kurang baik ditingkatkan, dan yang tidak baik dihilangkan pada pemilu mendatang.

Pada acara yang dihadiri relasi KPU dari basis keluarga, kaum muda, pemula, perempuan, penyandang disabilitas, kaum berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas, basis keagamaan, dan warga net pengguna sosmed itu selebihnya dia mengajukan pertanyaan penyebab meningkatnya dukungan suara pada Pemilu 2019. Atas pertanyaan itu ada peserta yang berasumsi penyebab kenaikan jumlah pemilih karena di daerah itu ada enam daerah pemilihan yang tersebar di 21 kecamatan. ''Masing-masing kecamatan ingin ada wakil rakyat,'' kata salah satu peserta.
 
Joni Setyo Aprelianto relasi asal Gunungpring, Muntilan, berpendapat, meningkatnya jumlah pemilih karena ada rasa penasaran mencoblos lima surat suara, sehingga ada rasa ingin tahu. Selain itu pengaruh medsos sangat besar, sejalan kini banyak orang yang memegang handphone.

Sementara Muchid dari basis agama berpendapat, peningkatan partisipasi masyarakat karena ada unsur sentimen agama. Ada pemahaman agama yang mengerucut menjadi dua ujung. Ujung satu radikal dan yang satu lentur. ''Akhirnya masing-masing ingin berjuang dengan cara masing-masing, sehingga menjadi semangat dan mendongkrak pemilih,'' katanya. 


(Eko Priyono/CN19/SM Network)