• KANAL BERITA

Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Damai untuk Indonesia

PESAN DAMAI: Paus Fransiskus membubuhkan tanda tangan berisi berkat damai untuk Indonesia yang dibawa Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro. (suaramerdeka.com / dok)
PESAN DAMAI: Paus Fransiskus membubuhkan tanda tangan berisi berkat damai untuk Indonesia yang dibawa Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro. (suaramerdeka.com / dok)

VATIKAN, suaramerdeka.com - Pimpinan umat Katolik sedunia Paus Fransiskus membubuhkan tanda tangan pada pesan damai untuk Indonesia atas terpilihnya Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin. Berkat itu tertuang dalam kertas bertuliskan ''Pace Per Il Popolo Indonesiano – La Mia Benedizione, Papa Francesco (Damai untuk Bangsa Indonesia - Berkatku, Papa Fransiskus)'' yang ditandatangani di Vatikan, baru-baru ini.

Butuh perjuangan bagi Ketua Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) AM Putut Prabantoro dan wartawan senior Gora Kunjana agar bisa bertemu langsung dan minta Paus Fransiskus membubuhkan tanda tangan dalam tradisi audiensi umum yang jatuh setiap hari Rabu. Mereka harus berada di lokasi subuh dinihari supaya memperoleh tempat paling depan yang diduga akan dilalui Paus.

Putut yang juga alumnus Lemhannas RI-PPSA XXI menuturkan peristiwa itu merupakan perjumpaannya kedua dengan Paus Fransiskus, menyusul pertemuannya pertama pada 28 Oktober 2015. Pada pertemuan itu ia juga memberikan batik dari Indonesia yang merupakan titipan dari Ketua Forkoma PMKRI, Hermawi Taslim. Dalam audiensi itu, baik Putut maupun Gora Kunjana mengenakan busana gaya Jogja yang menarik perhatian umat yang berada di sana.

"Ide meminta berkat untuk bangsa Indonesia dari Paus sudah direncanakan sejak eberangkatan dari Indonesia. Meskipun kesempatan untuk bertemu Paus dalam audiesi umum yang dihadiri ratusan ribu orang sangatlah kecil kemungkinannya tetapi gagasan untuk memohon berkat tetap dilakukan dengan menuliskannya pada kertas tebal,'' papar Putut.

Ia menceritakan malam sebelum bertemua Paus, dirinya bersama Sr Matilda INSC, Sr Maria Matrona Ola INSC dan Pastor Suherman Pr dari Keuskupan Tanjung Karang, yang ketiganya sedang studi di Roma, Italia, membuat draft berkat dari Paus. Akhirnya, Sr Matrona Ola diminta untuk menuliskan draft berkat yang sudah disepakati.

Dalam audiensi umum yang dihadiri ratusan ribu orang, setiap peziarah selalu berharap dapat menyentuh atau bersalaman dengan Paus. Namun tidak ada seorangpun yang bisa memperkirakan apakah harapan untuk menyentuh atau bersalaman dengan Paus dapat terwujud. Paus akan berjalan sesuai keinginannya. "Biasanya yang dihampiri anak-anak kecil ketika berkeliling di tengah-tengah peziarah. Para peziarah yang mendapat tempat khusus di sekitar podiumpun belum pasti dihampiri," ujarnya.

Ia dan Gora punya cara tersendiri untuk menarik perhatian Paus. Keduanya mengenakan busana  Jawa lengkap. Padahal menjelang keberangkatan ke lapangan St Petrus, hujan deras turun dan mereka sempat mengurungkan niat berangkat ke lokasi. Namun, tekad sudah bulat, mereka bergegas berangkat.

Kehadiran Paus langsung disambut  tepuk tangan dan teriakan ''Papa Francesco''. Tanpa mau meninggalkan momentum itu, Putut dan Gora juga meneriakkannya. Tiba-tiba Paus menengok kepada keduanya dan tangannya menunjuk mereka. Tiba-tiba Paus turun dan menghampiri keduanya. Paus langsung membubuhkan tanda tangan berisikan pesan damai untuk Indonesia. Paus memberkati dan berharap bangsa Indonesia damai.


(Agung Priyo Wicaksono/CN26/SM Network)