• KANAL BERITA

Hari Santri, Warga Ngablak Kirab 16 Tumpeng

KIRAB TUMPENG: Warga Ngablak, Kabupaten Magelang, memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tingkat kecamatan dengan kirab nasi tumpeng. (suaramerdeka.com / Eko Priyono)
KIRAB TUMPENG: Warga Ngablak, Kabupaten Magelang, memperingati Hari Santri Nasional (HSN) tingkat kecamatan dengan kirab nasi tumpeng. (suaramerdeka.com / Eko Priyono)

MUNGKID, suaramerdeka.com - Warga Kecamaan Ngablak, Kabupaten Magelang, memperingati Hari Santri beda dengan yang lain. Warga di lereng Gunung Telomoyo itu melakukan kirab nasi tumpeng. Penangung jawab kegiatan tersebut, Zaenal Afifudin, menuturkan, peringatan Hari Santri se-Kecamatan Ngablak dipusatkan di pelataran Gunung Telomoyo. Sengaja diwarnai dengan kirab nasi tumpeng. ''Peserta yang kami libatkan sekitar 4 ribu orang,'' tuturnya, Selasa (22/10).

Acara tersebut dimulai sejak pukul 08.000 hingga 11.00. Perhelatan berbau agama itu juga diisi dengan tausiah agama oleh PWNU Jateng dr KH Kholison. ''Beberapa pahlawan seperti Diponegoro, KH Hasyim Ashari, Hasanudin dari kalangan santri. Pemerintah menghargai peran mereka sehingga ada peringatan Hari Santri ini,'' katanya.

Pria dengan nama panggilan Afif yang menjabat Sekretaris MWC NU Ngablak itu menambahkan, pada kirab tersebut membawa 16 nasi tumpeng sesuai jumlah desa, sembilan bendera Merah Putih, dan sembilan Bendera NU. Rutenya dari masjid setempat ke lokasi wisata Gunung Telomoyo. Adapun pesertanya santri dan warga NU se-Kecamatan Ngablak.

Maksud membawa bendera Merah Putih itu menandakan bahwa santri NU setia kepada NKRI. Adapun bendera NU untuk menandati keberadaan kaum NU. ''Sedangkan nasi tumpeng sebagai lambang kemakmuran 16 desa di Ngablak,'' katanya.

Sementara itu apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) tingkat Kecamatan Kajoran, Kabupaten Magelang, digelar di lapangan sepak bola Kajoran, Selasa (22/10). Apel yang diikuti sekitar seribu santri dihadiri Camat Kajoran Basirul Hakim, Kapolsek Kajoran Iptu Edi Suryono, Ketua NU Kecamatan Kajoran HM Tamhid, Suriyah NU Faruh Samsudin.

KH Sarefodin selaku sesepuh Banser berpesan kepada orang tua santri untuk terus membimbing serta memberi bekal keagamaan yang kokoh. Dengan tema ''Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia'' menjadi sarana dalam membangun anak negeri sebagai santriwan santriwati yang beriman.


(Eko Priyono/CN26/SM Network)