• KANAL BERITA

Meriah, Pertunjukan Mahakarya "Dumadining Kutha Salatiga" UKM Sangkatama

PENTAS SENDRATARI: Penampilan mahasiswa UKM Sangkatama, UPGRIS di Balairung, kampusnya, Selasa (22/10). (suaraemerdeka.com / Royce Wijaya)
PENTAS SENDRATARI: Penampilan mahasiswa UKM Sangkatama, UPGRIS di Balairung, kampusnya, Selasa (22/10). (suaraemerdeka.com / Royce Wijaya)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Pertunjukan mahakarya "Dumadining Kutha Salatiga" yang ditampilkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Karawitan dan Tari Mahasiswa (Sangkatama) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) di Balairung, kampus UPGRIS, Selasa (22/10), berlangsung meriah. Meski hanya berdurasi 45 menit, namun 1.000an penonton terpuaskan menyaksikan pentas UKM Sangkatama. Penonton bisa menyaksikan sendratari secara nyaman, karena berada di ruang berpendingin.

Pengaturan suara, tata cahaya dan lampu yang keren, ikut menghidupkan suasana pementasan. Penampilan apik mahasiswa UKM Sangkatama secara langsung itu menuai pujian. Rektor UPGRIS Dr Muhdi MHum merasa salut atas pementasan UKM Sangkatama yang kerap mengisi pertunjukan di instansi pemerintah serta kegiatan kampusnya. Sebuah pertunjukan sendratari dinilainya sangat jarang ditonton mencapai ribuan orang.

"Sepanjang pementasan sendratari terselenggara dengan baik, saya rasa minat anak-anak muda terhadap seni tradisional masih cukup bagus. Pementasan ini menjadi bukti, bahwa sendratari yang ditampilkan secara live (langsung- ) dapat nyaman dinikmati dan menjadi hiburan tersendiri," ungkap Muhdi yang baru terpilih jadi Ketua PGRI Jateng.

Kesenian karawitan dan tari ini sebuah kompetensi yang bakal tak tergantikan, sampai kapan pun. Robot seperti e-gamelan tidak akan bisa menggantikan. Dari segi getaran maupun dengungan, suara karawitan akan jauh lebih bagus, daripada pemanfaatan e-gamelan.

Penikmat sendratari bukan hanya mahasiswa UPGRIS, mereka yang memadati Balairung juga berasal dari berbagai sekolah di Kota Semarang, seperti SMKN 1, SMKN 7, SMKN 5, SMAN 2, serta SMK Lab School. Mahasiswa perguruan tinggi lain, ikut menyaksikan seperti dari Unnes, Undip, bahkan Unikal Pekalongan.

Sementara itu, Pembina UKM Sangkatama, Dr Seno Warsito MPd menegaskan, pementasan melibatkan 20 pengrawit dan 16 penari. Konsep pementasan memang dibuat tidak terlalu panjang, tapi poin pentingnya sendratari harus bisa dinikmati penonton. "Dumadining Kutha Salatiga ini menceritakan asal mula Kota Salatiga, dengan menampilkan kisah tokoh Ki Ageng Pandan Arang," ungkapnya.

UKM Sangkatama ini secara rutin dibina Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang.


(Royce Wijaya/CN26/SM Network)