• KANAL BERITA

Maksimalkan Potensi, Ingin Membangun Pujasera

Lurah Tambakharjo

Lurah Tambakharjo, Warsito. (suaramerdeka.com / M Khabib Zamzami)
Lurah Tambakharjo, Warsito. (suaramerdeka.com / M Khabib Zamzami)

MAYORITAS warga Kelurahan Tambakharjo, Semarang Barat, berprofesi sebagai nelayan dan petani tambak. Hasil tangkapan dan hasil budi daya ikan di tambak dari daerah itu melimpah.  Karena itu, tak heran jika di wilayah tersebut terkenal dengan olahan ikan.

Salah satu warga di RT4 RW 1, Tomari mahir mengolah masakan laut, terutama olahan mangut welut atau ikan sembilang atau manyung. Masakan khas lainnya yakni petis telur. Sehari-hari Tomari biasa berjualan di emperan rumahnya.

Karena hampir semua warga di sana memiliki kemahiran mengolah masakan laut, Lurah Tambakharjo, Warsito ingin memaksimalkan potensi itu. Dia ingin membangun pusat jajan serba ada (pujasera) di wilayahnya.

”Banyak warga mempunyai usaha yang dilakukan di rumah. Rasa masakannya pun khas, enak dan menjadi salah satu potensi kuliner Tambakharjo. Supaya usahanya maju dan berkembang akan dibuatkan lapak pujasera yang bentuknya seragam,” ujar lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang itu.

Lapak Pujasera itu nantinya akan dibangun di halaman pojok kantor kelurahan. Warga yang mempunyai usaha kecil dapat memasarkan usahanya di tempat itu. Pembuatan tempat usaha seperti lapak pujasera dinilai penting, agar seragam, tertata rapi dan bagus untuk berjualan di satu tempat.

Nantinya, dari hasil sewa lahannya bisa dikelola oleh Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK). ”Hal itu akan memicu munculnya pusat keramaian baru di tempat itu, sehingga, roda perekonomian akan berjalan,” papar Warsito.

Peduli Kebersihan

Di samping berencana membangun pusat kuliner, dia juga selalu mengedepankan kebersihan di wilayahnya. Warsito menggerakkan warga untuk selalu peduli kebersihan dan menggiatkan penghijauan lingkungan. ”Program Kelurahan Tambakharjo, Kecamatan Semarang Barat yaitu kegiatan kebersihan lingkungan wilayahnya. Baik itu kebersihan jalan, saluran maupun kali,” jelas dia.

Manfaatnya, lanjut dia, agar wilayah menjadi indah, bersih dan sehat. Secara berkala warga diajak untuk mengadakan kerja bakti yang dikoordinir ketua RT dan RW. Di samping itu berkoordinasi dengan OPD Kota Semarang bila dirasa membutuhkan bantuan.

Salah satu yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain kebersihan sungai. Seperti disampaikan, Ketua RW 7, Sudiono, sungai yang berada di wilayah RT 3 RW 7 perlu pengerukan lantaran sedimen yang tebal. ”Sedimentasi menghambat arus air sungai, bila musim hujan tiba rawan banjir. Sedimen hasil pengerukan dapat dimanfaatkan untuk menguruk kolam depan kantor Kelurahan Tambakharjo,” kata Sudiono.

Berbagai program rutin yang telah berjalan seperti pemberantasan sarang nyamuk (PSN), kegiatan lomba panahan, lomba kebersihan lingkungan terus dijaga.


(Mohammad Khabib Zamzami/CN26/SM Network)

Baca Juga
Tirto.ID
Loading...
Komentar