• KANAL BERITA

Pemkot Solo Kaget, Sewa Alun-alun Lor Naik Rp 1 Miliar

Pengunjung melintas di pasar darurat Alun-alun Lor Keraton Surakarta. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)
Pengunjung melintas di pasar darurat Alun-alun Lor Keraton Surakarta. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com – Berharap mendapat keringanan bahkan sewa gratis, Pemkot Surakarta justru mendapatkan fakta mengejutkan terkait rencana memperpanjang peminjaman Alun-alun Lor Keraton Surakarta sebagai lokasi pasar darurat bagi pedagang Pasar Klewer.

Pihak  Keraton selaku pemilik lahan justru meminta kenaikkan Rp 1 miliar dari biaya sewa sebelumnya. "Kami memang minta penurunan, kalau bisa malah bebas (gratis). Tapi keraton minta (tarif sewa) naik," kata Kepala Dinas Perdagangan, Heru Sunardi, Selasa (22/10).

Heru menambahkan, kenaikan biaya sewa alun-alun itu tercantum dalam surat yang dikirimkan keraton kepada Pemkot perihal peminjaman lahan tersebut. Kenaikan senilai Rp 1 miliar itu dihitung berdasarkan kenaikan rata-rata harga sewa properti di Kota Solo sebesar 10 persen.

Jika diterapkan, maka biaya sewa lahan yang diminta keraton adalah Rp 3,5 miliar setahun. "Karena belum ada titik temu, maka hal ini perlu dinegosiasikan lagi," terang Heru.

Pemkot berencana memperpanjang sewa Alun-alun Lor sejak Juli. Ada pun masa peminjaman berakhir 9 November mendatang. Perpanjangan dilakukan lantaran revitalisasi Pasar Klewer sisi timur diprediksi berlangsung hingga 2020.

Sejalan dengan rencana itu, Pemkot menginginkan pembebasan biaya sewa lahan dengan didasari sejumlah pertimbangan.

"Biaya sewa itu cukup mahal, sementara kali ini yang ingin kami sewa hanya separuh dari lahan alun-alun. Bangunan pasar darurat di sisi timur juga akan dibongkar, dan tahun ini alun-alun akan dibersihkan," kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo, dalam satu kesempatan.

Seandainya permintaan penggratisan sewa alun-alun itu tidak dikabulkan, lanjut Wali Kota, maka Pemkot meminta keringanan dari keraton.

"Kami juga harus memperbaiki lahan. Jadi kalau bisa ya tidak dipungut sewa. Kalau memang harus dipungut, ya sedikit meringankan beban pemerintahlah. Kecuali tidak ada komitmen pemerintah untuk mengembalikan (kondisi alun-alun seperti semula) ya nggak masalah," urainya.

Terpisah Kuasa hukum PB XIII Hangabehi, Ferry Firman Nurwahyu menerangkan, jika surat tersebut dikirimkan kepada Pemkot sebagai pemberitahuan tentang batas akhir sewa lahan. Soal kenaikan biaya sewa, ia menyebut jika penambahan itu disesuaikan dengan harga sewa tanah terkini di Solo.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)