• KANAL BERITA

Ratusan Ribu Benih Ikan Ditebar di Kali Bening

TEBAR IKAN: Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko memimpin aksi menebar ribuan benih ikan di wilayah Kali Bening dalam rangka menyeimbangkan dan normalisasi di tengah aktivitas penangkapan ikan yang kian tak terkendali. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)
TEBAR IKAN: Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko memimpin aksi menebar ribuan benih ikan di wilayah Kali Bening dalam rangka menyeimbangkan dan normalisasi di tengah aktivitas penangkapan ikan yang kian tak terkendali. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang menebar ratusan ribu benih ikan di wilayah Kali Bening. Hal ini tak lepas dari tingginya volume penangkapan ikan di perairan umum seperti saluran air di lingkungan masyarakat yang tak sebanding dengan daya pulihnya.

Kepala Disperpa Kota Magelang, Eri Widyo Saptoko mengatakan, penebaran ikan ini merupakan tahap ketiga di tahun 2019 dengan total sekitar 270.000 ekor benih ikan. Benih berasal dari kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Cabang Dinas Kelautan Wilayah Selatan DKP Provinsi Jawa Tengah.

“Dalam aksi ini kita gandeng aparat kelurahan, pemuka, dan tokoh masyarakat. Lalu kelompok pembudidaya ikan, masyarakat perikanan Kota Magelang (MPKM), mahasiswa Untidar, dan lainnya. Jenis ikan yang ditebar antara lain nila, nilem, tawes, dan karker,” ujarnya di kantornya, Senin (21/10).

Dia menuturkan, pengelolaan perairan umum merupakan salah satu upaya kegiatan perikanan dalam memanfaatkan sumberdaya secara berkesinambungan. Oleh karena itu, ia menilai hal ini sebagai upaya normalisasi di tengah aktivitas penangkapan ikan yang saat ini kian tak terkendali.

“Jumlah tangkap tidak lagi seimbang dengan daya pulihnya. Karenanya, dengan tebar benih ikan ini kita harapkan bisa menyeimbangkannya,” katanya.

Kasi Perikanan Disperpa Kota Magelang, Windo Atmoko menambahkan, kegiatan restocking ini juga sudah rutin dilakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Tujuannya menambah ketersediaan ikan tangkapan.

“Utamanya menambah stok di perairan umum yang dianggap telah mengalami krisis akibat padat tangkap atau tingkat pemanfaatannya yang berlebihan. Tujuan lainnya mengembalikan fungsi dan peran perairan umum, khususnya sungai sebagai ekosistem akuatik yang seimbang,” jelasnya. 


(Asef Amani/CN19/SM Network)