• KANAL BERITA

Merapi Relatif Aman, Tangkuban Parahu Aktif Normal 

Foto Istimewa
Foto Istimewa

BANDUNG, suaramerdeka.com -  PVMBG menegaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi di perbatasan Yogyakarta-Jateng tak perlu dikhawatirkan. Berdasarkan instrumen pengamatan, situasinya relatif masih aman.

"Longsoran awan panas pun masih belum melampaui radius aman yang kita tetapkan, yakni sejauh dari 3 Km dari puncak. Paling jauh awan panasnya sekitar 2 Km," kata Kepala PVMBG, Kasbani di Bandung, Senin (21/10).

Dengan kondisi tersebut, Kasbani justru mempersilahkan masyarakat untuk menikmati suasana di sekitar gunung api teraktif itu terutama dalam aktivitas wisata. Tentu saja, mereka tetap melakukannya dalam koridor yang diperbolehkan.

Dia pun meminta masyarakat untuk tak mengait-ngaitkan dinamika Merapi dengan aktivitas gempa di laut selatan. Ditegaskan, kedua fenomena alam itu mempunyai mekanisme masing-masing. Tak saling berkaitan.

"Proses yang terjadi di Merapi saat ini cenderung efusif, berupa pembentukan kubah lava, kemudian terjadi longsoran. Jadi di luar radius ya, masyarakat bisa menikmatinya, melihat pemandangannya, dari jarak aman," katanya.

Tangkuban Parahu

Di luar Merapi, PVMBG menurunkan status aktivitas Gunung Tangkuban Parahu yang lebih dari 2,5 bulan bertahan di level Waspada. Akibat dinamika yang tinggi itu, objek wisata alam itu untuk sementara ditutup untuk kunjungan wisata.

Kasbani menyebut langkah penurunan tersebut tak terlepas dari tren aktivitas Tangkuban Parahu yang terus menurun. Di antaranya potensi letusan freatik yang sudah tak teramati dalam satu bulan teramati.

Gempa-gempa pun didominasi hembusan. Memang gempa vulkanik masih terekam. Hanya saja, kecenderungan energinya tak signifikan. Meski demikian, PVMBG mewanti-wanti untuk tetap mewaspadai kondisi di sekitar.

"Terutama yang perlu diwaspadai adalah ancaman peningkatan konsentrasi gas-gas yang dapat membahayakan keselamatan jiwa yang masih mungkin terjadi di sekitar Kawah Ratu dan kawah aktif lainnya," kata Kasbani.


(Setiady Dwi/CN19/SM Network)