• KANAL BERITA

Pemkot Berlakukan Pemakaian Tumbler di Pemerintahan

Kurangi Sampah Plastik

BOTOL MINUMAN: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito (tengah) didampingi wakilnya Windarti Agustina dan Sekda Joko Budiyono membawa botol minuman sendiri saat memimpin Rakorpok Triwulan III TA 2019 dalam rangka mengurangi penggunaan air minum kemasan plastik. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)
BOTOL MINUMAN: Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito (tengah) didampingi wakilnya Windarti Agustina dan Sekda Joko Budiyono membawa botol minuman sendiri saat memimpin Rakorpok Triwulan III TA 2019 dalam rangka mengurangi penggunaan air minum kemasan plastik. (Foto suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pemkot Magelang mulai memberlakukan pemakaian botol minuman (tumbler) pada kegiatan pemerintahan. Hal ini dilakukan guna mengurangi penggunaan air minum kemasan plastik dalam kehidupan sehari-hari.

Seperti terlihat saat Coffee Morning dan Rapat Koordinator Pengendalian Operasional Kegiatan (Rakorpok) Triwulan III tahun anggaran 2019 di Gedung Kyai Spanjang, Senin (21/10). Peserta membawa tumbler dari rumah masing-masing, termasuk Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito dan wakilnya Windarti Agustina serta Sekda Joko Budiyono.

Adapun penyelenggara kegiatan menyediakan air minum di dispenser dan beberapa termos untuk bisa dimanfaatkan peserta apabila air minum di tumbler habis. Begitu pula menyediakan gelas bagi peserta yang tidak membawa tumbler.

“Ini upaya kita untuk ikut mengurangi penggunaan air minum kemasan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Kita tahu, air minum kemasan akan jadi sampah yang sulit terurai,” ujar Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono usai kegiatan. 

Pada rapat tersebut, pihaknya juga menyediakan makanan kecil berupa makanan tradisional khas Magelang yang ditempatkan di wadah atau piring tersendiri. Ini berbeda, karena biasanya makanan kecil dikemas memakai kardus.

“Tentu saja ini langkah kecil yang  membawa manfaat bagi lingkungan. Harapannya bisa diteruskan dan ditiru oleh instansi lain, juga masyarakat. Demi bumi tercinta kita,” katanya.

Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito mengapresiasi penggunaan tumbler pada setiap kegiatan pemerintahan tersebut. Ini langkah nyata untuk lingkungan, juga mewujudkan Kota Magelang yang bersih.

“Ini ide bagus, saya sangat apresiasi. Saya juga bawa tumbler sendiri dari rumah. Ini menjadi pembelajaran kita semua, pentingnya menjaga lingkungan secara berkesinambungan. Kesadaran menjaga lingkungan memang harus dimulai dari diri kita sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala DLH Kota Magelang, Otros Trianto mengaku telah mengeluarkan surat edaran (SE) yang berisi tentang imbauan pada pejabat dan aparat sipil negara (ASN) untuk menggunakan tumbler sendiri ke kantor. Tujuannya mengurangi sampah plastik yang berasal minuman kemasan dan sejenisnya.

“Melalui SE tersebut, kami imbau para pejabat dan ASN untuk bawa tumbler ke kantor dan kebutuhan sehari-hari. Ini tidak lain untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan kita,” jelasnya.

Meski diakui Otros, imbauan ini tidak bisa langsung 100 persen menghilangkan produksi sampah plastik. Akan tetapi setidaknya ada upaya untuk mengurangi serta membudayakan ramah lingkungan.

“Para pejabat di lingkungan Pemkot Magelang bisa menjadi contoh bagi bawahannya, untuk mengganti minuman kemasan dengan tumbler yang bisa diisi ulang. Kalau ada acara/kegiatan bisa pakai gelas. Memang tidak bisa langsung 100 persen tapi minimal kita ada upaya peduli dengan lingkungan,” ungkapnya.


(Asef Amani/CN19/SM Network)