• KANAL BERITA

Tidak Semua Dispensasi Nikah Dikabulkan

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Tidak semua permohonan dispensasi nikah yang diajukan ke Pengadilan Agama (PA) bakal dikabulkan. Jika tidak ada hal yang mendesak dan ada solusi jalan tengah, pengajuan dispensasi tidak akan diloloskan.

"Terdapat sejumlah alasan yang melatarbelakangi permohonan dispensasi. Tapi tidak selalu semuanya disetujui karena ada pertimbangan tertentu," kata Panitera PA Sleman Suhartadi kepada wartawan, kemarin.

Sampai dengan akhir September lalu, dari 12 permintaan dispensasi baru 7 pengajuan yang dikabulkan oleh PA Sleman. Sedangkan bulan sebelumnya tercatat 13 dispensasi.
Dispensasi kawin dilayangkan kebanyakan karena syarat usia dewasa yang belum dipenuhi oleh calon pengantin. Sering kali, dispensasi diajukan karena dalih hamil diluar nikah terlebih di zaman sekarang, pergaulan remaja cenderung bebas sekaligus imbas teknologi yang negatif. 

Namun tidak sedikit pula yang meminta dispensasi karena tidak ingin melanggar syariat agama. "Keluarga juga mendukung. Biasanya, yang mengajukan adalah pasangan yang hendak mencari kerja ke luar Jawa berdua,” terangnya.

Pertimbangan lain PA dalam mengabulkan dispensasi adalah untuk menekan pernikahan siri. Meski sah secara agama, kawin siri akan memberikan dampak kepada anak yang nasabnya mengikuti pihak ibu, dan tidak memiliki hak dari ayahnya. "Nikah siri bukanlah suatu solusi,” tambah Suhartadi.

Pemerintah telah merevisi UU Nomer 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan terkait ketentuan usia minimum pernikahan bagi laki-laki dan perempuan yakni 19 tahun. Pada aturan sebelumnya, batas minimal usia perkawinan bagi calon mempelai perempuan adalah 16 tahun dan laki-laki 19 tahun.

Meski demikian, adanya batasan usia pernikahan dipandang tetap memiliki sisi positif dan negatif. Dampaknya lebih terhadap kesiapan mental.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga (SP3AP2KB) Sleman Mafilindati Nuraini mengatakan, anak yang menikah di bawah umur, dikhawatirkan belum memiliki pendewasaan yang matang. "Pada anak usia remaja, ego dari masing-masing individu cenderung belum stabil ditambah komunikasi yang kurang baik sehingga berpotensi memicu perselisihan dalam rumah tangga bahkan bisa sampai perceraian," jelasnya.

Disamping itu, pernikahan usia muda dikhawatirkan beresiko mengganggu kesehatan secara fisik dan mental.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)