• KANAL BERITA

Jokowi Sempat Bergumam Ingin Majukan Indonesia

Merenung di Gunung Kerinci

Jokowi Widodo dan teman-temannya ketika mendaki gunung. (Foto: Istimewa)
Jokowi Widodo dan teman-temannya ketika mendaki gunung. (Foto: Istimewa)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Kebiasaan Presiden Jokowi blusukan ternyata sudah dilakukan sejak kuliah. Ia senang keluar-masuk hutan, naik gunung, melihat situasi di sekitar kawasan yang dimasuki. Bahkan satu ketika pernah bergumam ingin melakukan sesuatu untuk Indonesia usai masuk hutan dan menyaksikan kekayaaan alam di depan matanya.

Pengalaman tersebut disampaikan teman seangkatan di Fakultas Kehutanan UGM, Ir Andriana MP. Wanita yang akrab disapa Ana ini menuturkan sejak sebelum menjadi pejabat, ia bersama teman-teman seangkatannya sering diajak oleh Jokowi untuk berkumpul, berbicara tentang banyak hal sambil makan bersama.

''Jokowi memang suka ngajak kumpul. Saya ingat dulu waktu masih bekerja di PT Kertas Kraft Aceh, ia pernah meminta saya untuk mengumpulkan kawan-kawan seangkatan. Katanya mau bernostalgia begitu. Terakhir, kami diundang ke istana beberapa waktu yang lalu,'' tutur dosen Fakultas Kehutanan UGM ini.

Menurut Ana, kebiasaan Jokowi tersebut mungkin terbentuk sejak mahasiswa dulu. Di Fakultas Kehutanan, mereka biasa bersama-sama di hutan untuk kuliah lapangan. Hal itu membentuk ikatan antarmereka.  Jokowi dulu juga aktif dalam Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Kehutanan UGM, yakni Silvagama. Kegiatan mendaki gunung, ikut membentuk keterikatan antara satu anggota dan lainnya.

''Angkatan kami berjumlah 80 dan wanitanya hanya empat. Parkiran tempat kumpul  para laki-laki. Biasanya mereka menggodai kami para wanita jika melewatinya. Namun, saya ingat betul Jokowi bukan salah satu dari mereka,'' tuturnya.

Biasa Blusukan

Ana juga menjelaskan kebiasaan blusukan Jokowi. Ia melihat sejak masa kuliah, temannya tersebut sudah hobi blusukan yakni medaki gunung dan menerobos hutan. Teman-teman di mapala memang memiliki fisik yang cukup kuat dibandingkan dengan mahasiswa lain. Mereka terbiasa menjalani kehidupan di hutan dalam situasi yang minimal.

Mengenai aktivitas Jokowi di politik, Ana menyatakan tidak tahu-menahu. Namun, ia tidak kaget dengan Jokowi yang sekarang menjadi pemimpin negara. Ia mencoba menghubungkan dengan pengalaman puluhan tahun lalu. Beberapa teman di mapala pernah menceritakan Jokowi bersama kawan-kawannya mendaki Gunung Kerinci.

''Saya tidak menyaksikan langsung karena memang tidak ikut Silvagama, tapi pernah dengar dari kawan yang ikut mendaki. Katanya, kala sudah mencapai puncak Kerinci, Jokowi sempat termenung. Setelah usai, menurut kawan saya tadi, Jokowi cerita bahwa ia baru saja merenungi bagaimana agar Indonesia lebih makmur dan sejahtera,'' ungkap Ana.

Apa yang digumamkan menjadi kenyataan, ia ingin membuat Indonesia maju dengan memilih jalan politik menjadi wali kota, gubernur dan sekarang presiden untuk kedua kalinya. Ana dan teman-temannya berharap program-program pemerintahan kali ini lebih berhasil.

Dosen pembimbing Jokowi, Ir Kasmudjo MS juga menceritakan pengalamannya selama membimbing pada kurun waktu 1980-1985. Menurutnya, Jokowi tipe mahasiswa yang disiplin dan teliti. Meskipun ia menyebut rata-rata mahasiswa pada zaman itu juga demikian tetapi ia menekankan perbedaan Jokowi dengan mahasiswa lainnya yakni tingkat kerajinannya.

''Saya ingat ia dulu sering nglaju Solo-Jogja pas longgar, hanya untuk membantu usaha mebel keluarganya. Saya beberapa kali juga kerap dimintai bantuan ketika ia mengalami kesulitan. Sosok Jokowi yang saya kenal dulu ya seperti itu,'' tutur Kasmudjo.

Teman-teman dan dosen Jokowi mengucapkan selamat atas terpilihnya lagi untuk yang kedua kali. Rakyat memilih karena melihat fakta selama masa jabatan sebelumnya. Slogan yang diangkat ''SDM Unggul, Indonesia Maju'' mudah-mudahan terwujud dan dapat diteruskan enerasi selanjutnya.


(Agung Priyo Wicaksono/CN39/SM Network)