• KANAL BERITA

Perolehan Suara Ketat, Muhdi Ketua PGRI Jateng

Konferensi di Semarang

SERAH TERIMA: Ketua PGRI Jateng terpilih Muhdi (dua dari kiri) bersama pejabat lama, Widadi (dua dari kanan) dalam serah terima jabatan di Balairung, kampus UPGRIS, Minggu (20/10).
SERAH TERIMA: Ketua PGRI Jateng terpilih Muhdi (dua dari kiri) bersama pejabat lama, Widadi (dua dari kanan) dalam serah terima jabatan di Balairung, kampus UPGRIS, Minggu (20/10).

SEMARANG, suaramerdeka.com- Dr Muhdi MHum terpilih menjadi Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jateng masa bakti 2019- 2024. Melalui hasil perolehan suara ketat, dia yang periode sebelumnya menjabat Sekretaris Umum PGRI Jateng, akhirnya memenangkan konferensi dengan selisih 26 suara. Muhdi meraih 1.084 suara untuk mengalahkan pesaing terberatnya, Ketua PGRI Kota Surakarta Dr Sugiyaryo SH MH yang memperoleh 1.058 suara.

Usai pemilihan dan penghitungan suara, Rektor Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) itu langsung dilantik jadi Ketua PGRI Jateng oleh perwakilan Pengurus Besar (PB) PGRI, Sukirman di Balairung, kampus UPGRIS, Minggu (20/10). Muhdi menggantikan ketua lama, Widadi SH yang tak bersedia dicalonkan lagi. Widadi sendiri menghadiri serah terima jabatan tersebut. Setelah pelantikan, Muhdi berkomitmen langsung akan menjalankan roda organisasi. Ia menilai dinamika dalam sebuah demokrasi adalah hal yang wajar.

"Setelah ini, kami akan menjalankan program kerja PGRI yang telah disepakati dalam konferensi di Semarang. Saya juga sudah ketemu pak Sugiyaryo, kami baik-baik saja, beliau juga sudah mengucapkan selamat," kata Muhdi yang dilantik bersama pengurus lainnya, seperti Sekretaris Drs Aris Munandar MPd dan Bandahara, Dr Sri Suciati MHum. Sebagaimana kepengurusan sebelumnya, PGRI akan terus memperjuangkan nasib guru, melindungi dan meningkatkan kesejahteraannya.

Program jangka pendek, kata dia, pengurus baru akan menyelenggarakan rangkaian kegiatan Hari Guru Nasional yang secara nasional diselenggarakan pada 30 November mendatang. Selain itu juga digelar konferensi PGRI se-kabupaten/ kota, sekaligus menyosialisasikan kepengurusan baru. Mengenai jabatan Rektor UPGRIS, Muhdi mengaku masih akan merangkap jabatan. Terlebih lagi, kengurusan ini kolektif kolegial, ada empat wakil ketua yang diharapkan bisa saling mengisi.

"Organisasi bukan pekerjaan utama, harus bisa diselesaikan bersama. Walau sebenarnya banyak pengurus lain yang merangkap, saya juga kini salah satu wakil ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Jateng dan pernah jadi Sekretaris PGRI Jateng," tandasnya.

Di sisi lain, Aris Munandar menegaskan, kepengurusan baru ini merupakan komposisi ideal. Ketua PGRI Kabupaten Karanganyar ini menyadari ada dua kelompok yang sebelumnya bersaing, tapi sekarang sudah berakhir. Kepengurusan baru ini wujud rekonsiliasi menuju PGRI lebih baik.


(Royce Wijaya/CN34/SM Network)