• KANAL BERITA

Tingkatkan PAD, Pemkot Jogja Rangkul LinkAja

foto ilustrasi - istimewa
foto ilustrasi - istimewa

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Guna meningkatkan transformasi digital di bidang pelayanan publik dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkot Yogyakarta menjalin kerja sama dengan LinkAja.  

Penandatanganan kerja sama mengenai penyediaan layanan LingAja tersebut, dilakukan bertepatan dengan Festival Inovasi Jogja yang digelar selama dua hari Sabtu dan Minggu (19-20/10) Galeria Mall Yogyakarta.

Penandatangan naskah kerja sama yang dilakukan oleh Arman Hazairin, Direktur Teknik LinkAja, dengan Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heror Poerwadi, berlangsung sederhana, namun khidmad dengan disaksikan tamu undangan.

Menurut Arman Hazairin, tujuan dari dilakukan kerja sama stretgis ini antara lain untuk meningkatkan PAD, khususnya sektor retribusi pelayanan pasar, meningkatkan kualitas pelayanan kepada pedagang pasar dengan memberikan kemudahan pembayaran retribusi.

Selain itu, lanjut dia, juga sebagai penyediaan alternatif pembayaran bagi para pedagang pasar dalam memenuhi kepatuhan dalam membayar retribusi. ''Kami sangat antusias dengan kerjasama ini, karena membentuk sinergi yang bermanfaat,'' katanya.

Apalagi, kata dia, dengan meningkatnya transformasi digital di bidang pelayanan publik yang semakin gencar, menjadi akselerator bagi peningkatan PAD. Selain penting bagi pembangunan daerah, PAD juga merupakan tolak ukur kemandirian suatu daerah.

Retribusi pasar sebagai salah satu sumber PAD merupakan salah satu unsur pendapatan yang berpotensi besar untuk dikembangkan melalui elektronifikasi pembayarannya.

LinkAja yang terus melakukan pengembangan digitaliosasi di berbagai daerah kini hadir di Kota Yogyakarta, untuk mewujudkan kemudahan dalam pelayanan dan pembayaran retribusi pelayanan pasar.

Dikatakan Arman, kerja sama ini sangat bermanfaat baik bagi LinkAja maupun Pemkot Yogyakarta dalam mengimplementasikan transformasi digital dalam penerimaan pembayaran retribusi pasar.

Selain bermanfaat dalam peningkatan penerimaan asli daerah melalui kemudahan transaksi nontunai, digitalisasi transaksi ini akan semakin meningkatkan literasi keuangan digital para pedagang pasar.

Sehingga dapat membantu memperluas ekosistem non tunai, dalam rangka mewujudkan target keuangan inklusif sebesar 90 persen pada tahun 2023.


(Sugiarto/CN40/SM Network)