• KANAL BERITA

KKN UIN Walisongo Ikuti Bersih Makam

Foto: suaramerdeka.com/Dok
Foto: suaramerdeka.com/Dok

TUNTANG, suaramerdeka.com - Sejumlah warga mengikuti kegiatan bersih-bersih Desa. Kali ini lebih difokuskan pada pembersihan makam serentak di Desa Lopait Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang.

Acara bersih-bersih makam di Desa Lopait merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh semua warga. Salah satu tujuan diadakan kegiatan ini adalah agar kondisi dan keadaan makam bisa terawat dan tidak terlalu kotor karena berbagai hal. Entah karena daun kering yang berjatuhan maupun rerumputan yang tumbuh secara liar, terutama saat musim hujan datang.

Kegiatan ini diikuti oleh Aparatur Desa dan semua warga Desa Lopait, tak ketinggalan sejumlah tim Kuliah Kerja Nyata Universitas Islam Negeri (KKN UIN) Walisongo Semarang di Posko 51 yang terdiri dari 15 Mahasiswa tampak meramaikan. Mereka terjun langsung membersihkan makam bersama masyarakat.  

Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat, Supriyadi menjelaskan, “bersih-bersih ini merupakan suatu tradisi orang dahulu atau sejak nenek moyang kami. Biasanya, kegiatan ini dilakukan 2 kali dalam setahun, yaitu sebelum bulan ramadhan (bulan ruwah) dan bulan safar. Setelah selesai, biasanya sekitar jam 10 an kumpul terlebih dahulu di salah satu makam. Entah di bawah atau ditengah. Kegiatannya yaitu Tahlil dan makan-makan, baru pada pulang. Makanan yang dibagikan didapatkan dari tiap warga, entah membawa ambeng atau makanan sejenisnya. Itu sistemnya suka rela, tanpa adanya pemaksaan. Tapi, alhamdulillah sejak dulu sampai sekarang makanan selalu lebih,” tuturnya, belum lama ini.

Beli Peralatan & Perlengkapan Rumah Tangga Online

Mahmud Arifin, salah satu warga Desa Lopait mengungkapkan “Di Desa Lopait itu kan ada tiga lokasi makam. Sistem pembagian tenaganya, untuk warga RT 01-06 itu di bagian atas, yaitu makam sepakel. Bagi warga RT 07-09 berada di tengah, yaitu makam sentono. Dan bagi warga RT 10 dan 11 berada dibagian makam bawah, yaitu makam sekuni."

Ia menambahkan, pembagian kelompok melihat dari kondisi makam. makam bagian atas lebih luas dan jarang dikunjungi, sehingga terlihat lebih kumuh dan rimbun. "Jadi, memerlukan personilnya paling banyak sendiri dari pada makam yang lainnya," katanya.

Salah satu mahasiswa KKN UIN Walsongo M. Wisnu Abdul Qodir mengaku sangat senang bisa ikut terjun langsung dalam acara yang seperti ini. Sekaligus bahagia melihat kekompakan dan semangat para warga dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

“Kami senang bisa ikut langsung dalam berpartisipasi bersih-bersih makam di desa lopait ini. Saya juga bahagia sekali saat melihat masyarakat dalam melaksanakan kegiatan acara ini kompak dan terlihat semangat saat saat melaksanakan kegiatan  sehingga berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Setelah kegiatan selesai, semua warga berkumpul dalam satu makam untuk membaca tahlil dan do’a dilanjutkan dengan makan bersama.

 


(Red/CN39/SM Network)