• KANAL BERITA

Ingin Jadi Negara Maju, Indonesia Harus Kuasai Industri Dalam Negeri

foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal
foto: suaramerdeka.com/Arif M Iqbal

JAKARTA, suaramerdeka.com - Indonesia harus mengendalikan industri sendiri jika ingin menjadi bangsa yang maju. Sebab jika industri hanya dikuasai pihak asing, maka bangsa Indonesia hanya akan menjadi konsumen.

Hal inilah yang ditekankan pencipta mobil offroad "Fin Komodo" Ibnu Susilo saat menjadi narasumber pada Sarasehan Kebangsaan bertema "Membangun SDM Indonesia Unggul Menuju Negara Maju" yang digelar Forum Pejuang NKRI di Jakarta, Sabtu (19/10).

"Kita tak berhenti pada teori, tapi juga serapan dan perkembangan industrinya. Untuk bangsa Indonesia, kalau kita ingin jadi negara besar, maka industri harus dari kita sendiri, bukan investor asing. Kita harus jadikan dari bangsa konsumen jadi bangsa produsen. Namun ini tidak sesaat, tapi step by step dan butuh SDM tangguh dan unggul," kata Ibnu Susilo.

Sejauh ini Ibnu Susilo sudah berhasil menciptakan mobil offroad yang beroperasi di pedesaan dan pedalaman. Mobil itu sangat membantu aktivitas warga di pedalaman, misalkan petani ingin mengangkut hasil panen harus melalui jalanan sempit, dengan kendaraan tersebut. Selain itu membantu warga yang sakit menuju puskesmas terdekat dan membantu petugas menuju hutan yang tak mungkin dilewati mobil pada umumnya.

"Jadi mobil ini banyak versi, mulai versi ambulans, angkutan barang, kebakaran hutan dan militer yang menggunakan radar. Saya dulu membuatnya tidak punya refrensi, kalau saya tanya Jepang, Amerika atau Eropa, tentu akan ditiru ide saya. Jadi saya usaha sendiri dan bikin industri sendiri," tuturnya.

Ada pun para narasumber yang hadir pada Sarasehan Kebangsaan itu, antara lain mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung, Peneliti Teknik Kimia ITB I Gede Wenten, Ketua Umum REI Soelaeman Soemawinata dan politisi Partai Golkar Ridwan Hisjam.

Akbar Tanjung mengatakan, prioritas pembangunan SDM yang perlu dipersiapkan adalah dari sisi ekonomi. Menurut dia, Indonesia mampu berkompetisi dengan bangsa lain jika kualitas SDM memiliki keunggulan.

Selain itu, kehadiran SDM yang berkualitas di bidang ekonomi juga dapat memacu pertumbuhan ekonomi bangsa, khususnya bagi pemerataan di masyarakat.

"Kehadiran partai politik sendiri diyakini memiliki peranan untuk melahirkan SDM Indonesia yang berkualitas, termasuk di bidang ekonomi yang diharapkan pertumbuhannya pada pemerintahan yang akan dilantik pada 20 Oktober bisa di atas 6 persen bersamaan dengan pemerataan ekonomi bagi masyarakat," ungkap Akbar.


(Arif M Iqbal /CN40/SM Network)