• KANAL BERITA

Angka Kesembuhan Kanker Payudara Capai 90 Persen

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SAMARINDA, suaramerdeka.com - Jumlah pasien kanker di seluruh dunia terus meningkat signifikan. Penambahan jumlah ini seiring dengan populasi warga dunia yang juga kian bertambah. Ketua Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia (PERABOI) dr Walta Gautama SpB(K)Onk menegaskan kendati angka kejadian kanker payudara tinggi, tapi tingkat kesembuhannya juga tinggi. Bahkan bisa mencapai 90 persen.

"Tentunya angka kesembuhan itu di dapat jika pasien datang berobat pada stadium nol. Semakin tinggi stadiumnya maka semakin banyak pula modalitas terapi yang dibutuhkan dan semakin tinggi biaya yang harus dikeluarkan," ungkap dr Walta, pada acara sosialisasi dini kanker payudara, di ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim,  Samarinda, Jumat (18/10).

Di Indonesia sendiri, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan peningkatan prevalensi kanker dan tumor yakni 1,79 per 1000 penduduk dibandingkan tahun 2013 yaitu 1,4 per 1000 penduduk.

Angka kejadian kanker di Indonesia terjadi pada 136,6 per 100.000 penduduk, berada pada urutan ke-8 se-Asia Tenggara dan ke-23 di Asia. Untuk jenis kanker yang paling banyak menyerang masyarakat Indonesia berbeda pada tiap jenis kelamin.

Untuk laki-laki adalah kanker paru yaitu sebesar 19,4 per 100.000 penduduk. Kemudian diikuti dengan kanker hati sebesar 12,4 per 100.000 penduduk. Sementara angka kejadian perempuan yang tertinggi adalah kanker payudara yakni 42,1 per 100.000penduduk dan kanker leher rahim sebesar 23,4 per 100.000 penduduk.

Menyikapi hal ini, Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) semakin termotivasi untuk lebih giat berupaya mendukung program pemerintah dalam menurunkan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut di Indonesia melalui program kerjanya.

"Pihaknya akan terus melakukan sosialisasi pentingnya deteksi dini hingga pelosok tanah air," kata Ketua sekaligus pendiri YKPI, Linda Agum Gumelar.

Bertepatan dengan Oktober sebagai bulan peduli kanker payudara internasional, lanjut Linda, YKPI menjemput bola kegiatan pengabdian masyarakat dari PERABOI yang dilakukan di Samarinda dan Tenggarong untuk membangun kesadaran masyarakat atas kejadian kanker payudara stadium lanjut.

"Sekaligus mendukung mereka yang tengah berjuang mengalahkan kanker payudara agar tetap semangat dan optimis," tambah Linda mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabinet Indonesia Bersatu itu penuh semangat.

Linda mengungkapkan kepedulian masyarakat dan dukungan kepada para penyintas kanker payudara dapat menekan angka kejadian kanker payudara stadium lanjut. Hal ini dirasakan sendiri oleh Linda yang sempat berjuang melawan kanker payudaranya.

"Saya pernah divonis menderita kanker payudara tahun 1996. Tentunya saat itu saya tidak bisa menerima, sedih, marah karena hanya kematian yang terbayang. Namun, dukungan, semangat dan rasa sayang dari keluarga, teman, dan semua orang yang peduli ternyata dapat menjadi obat paling ampuh dalam menemani masa-masa sulit berjuang melawan kanker dan menjalani semua tahapan pengobatan dokter. Tanpa itu semua, saya tidak akan berada di sini," bebernya. 


(Prajtna Lydiasari/CN19/SM Network)