• KANAL BERITA

DPRD Usul Satu Regu Damkar Satu Kecamatan

CEK MESIN : Petugas Damkar Kabupaten Kudus mengecek mesin pada kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkab Kudus, kemarin. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)
CEK MESIN : Petugas Damkar Kabupaten Kudus mengecek mesin pada kendaraan pemadam kebakaran milik Pemkab Kudus, kemarin. (suaramerdeka.com/Saiful Annas)

KUDUS, suaramerdeka.com - Ketua DPRD Kudus Masan mengusulkan armada damkar harus minimal satu regu di setiap kecamatan. Keberadaan satu regu satu kecamatan itu untuk merespons cepat jika terjadi kebakaran di setiap wilayah kecamatan.

Regu juga perlu ditunjang kendaraan mumpuni. ‘’Jika lokasi kebakarannya jauh, di Dawe misalnya, tentu akan merepotkan. Bisa-bisa armada damkar tiba, apinya sudah padam. Kami usulkan minimal satu regu damkar di setiap kecamatan,’’ katanya, Jumat (18/10).

Ketua DPRD mengingatkan Pemkab tingginya laporan musibah kebakaran selama musim kemarau tahun ini perlu direspons secara serius. Terlebih tingginya intensitas kebakaran tak diimbangi dengan ketersediaan armada pemadam kebakaran memadai.

Masan prihatin dengan laporan buruknya kondisi armada damkar milik Pemkab Kudus. ‘’Pemkab perlu segera meremajakan armada damkar. Tidak boleh hanya bergantung dari armada damkar perusahaan swasta,’’ katanya.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, tercatat 11 kali kebakaran pada 7-13 Oktober. Artinya rata-rata terjadi dua kali kebakaran dalam sehari.

Usulan penambahan armada damkar Komisi A DPRD, periode lalu, hingga kini belum ada realisasi anggarannya. Armada damkar kondisinya memprihatinkan. Sudah lebih dari sepuluh tahun tidak melakukan peremajaan. Kendaraan damkar tua kesulitan menjangkau daerah di wilayah atas (gunung dan perbukitan ).

Pemkab Kudus kini hanya memiliki satu unit damkar dibeli 2001, dua unit mobil tangki air tahun 1987 dan 2003. Satu unit kendaraan jenis snorkel dilengkapi tangga dengan tinggi maksimal 30 meter. Kendaraan tersebut dibeli tahun 2007, saat era pemerintahan Bupati Muhammad Tamzil periode pertama.


(Saiful Annas/CN39/SM Network)