• KANAL BERITA

Bakar Tegalan, Kakek di Rembang Tewas Terpanggang

KORBAN JIWA: Lahan tegalan yang terbakar di Desa Waru Kecamatan Rembang membawa seorang korban jiwa, yaitu pemilik lahan bernama Sudarno (79), ditemukan meninggal dunia di tengah-tengah lahan. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
KORBAN JIWA: Lahan tegalan yang terbakar di Desa Waru Kecamatan Rembang membawa seorang korban jiwa, yaitu pemilik lahan bernama Sudarno (79), ditemukan meninggal dunia di tengah-tengah lahan. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Kebakaran lahan di Desa Waru Kecamatan Rembang yang terjadi pada Jumat (18/10) sekitar pukul 09.00 membawa korban jiwa. Pemilik lahan, Sudarno (79), warga Rt 2 Rw 3 desa setempat ditemukan tewas terpanggang api.

Korban ditemukan dalam kondisi tergeletak di tengah-tengah lahan yang dalam kondisi terbakar. Korban menderita sejumlah luka bakar pada bagian tubuhnya, di antaranya kepala, tangan serta kaki.

 Kapolsek Rembang, AKP Haryanto menyatakan, kejadian nahas itu bermula saat sekitar pukul 07.00, korban izin kepada sang istri, Wagirah (74), untuk pergi ke tegal miliknya. Tujuannya adalah akan membakar dedaunan kering yang jatuh di lahan miliknya.

Menurut Kapolsek, korban sempat disarankan sang istri untuk tidak membakar daun kering lantaran cuaca sedang dalam kondisi panas. Namun, ternyata saran tersebut tidak digubris oleh korban.

Haryanto menyebutkan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Heru Wahid (25). Ketika itu, saksi yang berada sekitar 200 meter dari lokasi kejadian melihat kepulan asap dan api yang membesar dari tegalan.

Selanjutnya, saksi mendatangi lokasi dan melihat tubuh korban sudah dalam kondisi tergeletak serta terbakar di tengah-tengah lahan. Mengetahui hal itu, selanjutnya warga berusaha mencari bantuan dan menghubungi pemadam kebakaran.

Temukan Handphone Terbaik dan Termurah hanya di

“Tegalan milik korban berada di barat perkampungan. Setelah mendapatkan laporan, kami dan tim pemadam kebakaran meluncur ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 10.00,” terang Haryanto.

Kebakaran tegalan yang membawa korban jiwa sepanjang kemarau tahun ini sudah teradi dua kali. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di sebuah tegalan di Desa Sumberagung Kecamatan Pancur, 25 September 2019. “Korban meninggal dunia karena terbakar. Sudah dimakamkan Jumat siang,” ujarnya.

Tingginya kasus kebakaran yang terjadi di wilayah Rembang membuat banyak pihak memberikan sorotan kepada pemerintah. Salah satunya adalah GP Ansor. Ansor meminta pemerintah tidak hanya melihat kasus kebakaran hanya dari aspek kemarau saja.

Kasus kebakaran yang belakangan terjadi hampir setiap hari ini, perlu dilihat dari sisi pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran pada skala awal.

“Dalam hal ini, pemerintah dari level daerah hingga desa, perlu hadir memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan. Penanganan kebakaran dengan langkah teknis berupa pemadaman yang ditopang dengan ketersediaan armada pemadam yang memadai tetap diperlukan,” papar Ketua GP Ansor Rembang, Muhammad Nadhif Sidqi.


(Ilyas al-Musthofa/CN39/SM Network)