• KANAL BERITA

Baperlitbang, FPEL dan Kadin Kendal Siap Berkolaborasi

Ketua Kadin Kendal Cahyanto sebagai narasumber dalam acara Workshop Perkuatan Kelembagaan FPEL yang dilaksanakan Baperlitbang Kendal (Foto suaramerdeka.com/Hanief Syailendra)
Ketua Kadin Kendal Cahyanto sebagai narasumber dalam acara Workshop Perkuatan Kelembagaan FPEL yang dilaksanakan Baperlitbang Kendal (Foto suaramerdeka.com/Hanief Syailendra)

KENDAL, suaramerdeka.com - Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Baperlitbang) Kabupaten Kendal, melaluli Bidang Ekonomi Pemerintahan dan Sosial Budaya mengadakan workshop Perkuatan Kelembagaan Forum Pengembangan Ekonomi Lokal (Forum PEL) Kendal di Hotel & Resort Tirto Arum Kendal, Rabu (16/10).

Acara yang dihadiri oleh wakil ketua, sekretaris dan anggota Forum Ekonomic Development And Emploimeny Promotion (FEDEP) dan Ketua Kadin Kendal beserta jajaran tersebut, bertujuan untuk mensosialisasikan perubahan dari FEDEP menjadi Forum PEL dan mensinergikan semua elemen dalam memajukan potensi Kabupaten Kendal.

Dalam sambutan tertulis, Kepala Baperlitbang Kabupaten Kendal, Drs. Agus Sumaryono mengatakan, dalam kurun waktu 12 tahun, Forum PEL atau sebelumnya FEDEP Kendal sudah banyak yang dilakukan dalam memfasilitasi bagi pelaku usaha yang berbasis klaster/UMKM di wilayah Kabupaten Kendal. Forum PEL konsisten pada program kerja dalam hal pembinaan, yaitu melalui forum diskusi workshop, rakor, pelatihan, promosi/pameran dan penyusunan profil investasi, sehingga hasilnya bermanfaat bagi masyarakat.

Diskusi Forum PEL menghasilkan suatu rumusan saran, masukan dan rekomendasi kepala Daerah dalam pengambilan kebijakan dalam pengembangan ekonomi lokal. Kabupaten Kendal memiliki berbagai macam potensi ekonomi secara geografis mendukung, baik sektor pertanian, perkebunan, perikanan, industri, perdagangan dan sektor pariwisata yang harus dikembangkan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat.

Ketua Kadin Kendal, Drs. H. Cahyanto, M.M yang diundang khusus menjadi narasumber mengatakan, Forum PEL yang dulu dipimpinnya,  sejak awal pembentukan sudah berhasil membentuk Klaster Jambu Biji Getas Merah di wilayah eks kawedanan Selokaton, yang meliputi Sukorejo, Patean, Plantungan dan Pageruyung, dengan ketua klaster H. Khurnaen dan Klaster Pisang Raja bulu di kecamatan Patebon dan sekitarnya, dengan ketua klaster Pak Senen, berhasil menyabet Penghargaan The best Practice.

Ditambahkan oleh Cahyanto, penting kedepan untuk dapat lebih diperkuat tentang kelembagaan Forum PEL agar dapat memberikan multiplier effect bagi pengembangan perekonomian di Kendal, disamping memberikan dampak peningkatan kesejahteraan masyarakat, juga dapat merekrut banyak tenaga kerja. Dengan demikian akan dapat memberikan solusi, dalam menjawab persoalan yang ada. Perlunya peran pemkab, sebagai mediator dan fasilitator, sedang para pelaku usaha, jangan hanya bergantung dari bantuan pemerintah, karena APBD terbatas.

“Yang diperlukan adalah kreatifitas dan innovasi dalam segala hal, kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas. Semua stakeholder juga diminta menjadi partnership yang signifikan, dan kadin Kendal siap bekerjasama dengan Forum PEL dan Klaster yang terbentuk,” jelas Cahyanto dalam sambutannya.

Lebih jauh Cahyanto menambahkan, Kedepan perlunya dibentuk Klaster Pariwisata, dimana Kabupaten Kendal memiliki potensi yang luar biasa, mempunyai destinasi laut/pantai, datarannya rendah, dan juga pegunungan yang tidak banyak dimiliki oleh kabupaten/kota lain. Kendal juga memiliki akses jalan tol selain jalan pantura yg menghubungkan trans jawa, dengan tiga tol exit. Kendal punya Kawasan Industri Kendal (KIK) yang sudah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), terlebih lagi, Kendal dekat dengan bandara international Ahmad Yani dan pelabuhan Tanjung Emas ini bisa menjadi daya tarik wisatawan dan para investor.

“Persoalannya adalah apakah masyarakat kendal siap jadi pemain atau cuma jadi penonton? karena kalau pemain itu menang atau kalah dapat bayaran, sedang kalau penonton pasti mbayar tiket, ini sekedar illustrasi, artinya Kadin kendal siap mengajak semua elemen masyarakat Kendal, untuk cancut taliwondho, sambutlah, raihlah peluang ini menjadi sebuah keberhasilan dalam memajukan dan mengembangkan kabupaten Kendal sebagai kota industri dan kota wisata dunia,” pungkas Cahyanto.


(Hanief Sailendra/CN19/SM Network)