• KANAL BERITA

Khawatir Submersible, Bupati Yuni Tegur PLN

DEKLARASI INTEGRITAS : Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Forkompimda menunjukkan Deklarasi Integritas bersama PT PLN UP3 Surakarta, di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Rabu (16/10).(SM/Anindito AN)
DEKLARASI INTEGRITAS : Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Forkompimda menunjukkan Deklarasi Integritas bersama PT PLN UP3 Surakarta, di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Rabu (16/10).(SM/Anindito AN)

SRAGEN, suaramerdeka.com - Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegur PLN lantaran khawatir dengan kemerebakan pembuatan sumur dalam atau submersible bertenaga listrik di Sragen lantaran sudah mencapai 6.000 sumur.

Kalau tidak diatur, keberadaan sumur dalam itu akan merusakkan lingkungan. ‘’Karena ada wilayah cekungan, jika banyak dipasangi sumur dalam bisa menyebabkan permukaan tanah turun,’’ tutur Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat menghadiri Multi Stakeholder Forum  Tahun 2019, di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Rabu (16/10).

Ribuan sumur dengan pompa submersibel itu dipasangi jaringan listrik PLN. Yuni mengatakan sumur dalam dengan tenaga listrik itu mestinya izin ke Dinas Lingkungan Hidup Provinsi. Setelah izin turun baru boleh dibuat dan dipasangi aliran listrik. 

Mau Beli Elektronik? Pastikan Beli di Toko Online Peralatan Elektronik Terbaik

Bupati Yuni secara terbuka menegur PLN yang mempermudah dan begitu saja memberi listrik kepada pemilik sumur dalam. Padahal utuk mengajukan izin sumur dalam, pengajuannya ke provinsi.  

‘’PLN jangan cari untung saja,’’ kata Yuni. Sumur pompa submersible yang baru dipasang sekarang ini boleh dipasangi jaringan listrik, jika sudah mendapatkan izin dari provinsi.

Manajer PT PLN UP3 Surakarta Mundakir mengatakan pertemuan dikemas dalam Multi Stakeholder Forum 2019 itu memang dimaksudkan untuk mencari masukan, saran dan kritik bagi pelanggan dan dari kalangan dunia usaha. ‘’Masukan itu akan bermanfaat untuk pengembangan PLN dikemudian hari,’’ tutur Mundakir.


(Anindito AN/CN39/SM Network)