• KANAL BERITA

Belajar Etnomatematika, Ratusan Guru Dalam dan Luar Negeri Bakal Berkumpul di Jogja

1st International Seminar on Mathematics Teaching and Learning (ISMaTeL)

BERI KETERANGAN: Kepala PPPPTK Matematika Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd (dua dari kanan) dan Dr. Sri Wulandari Danoebroto, M.Pd (kanan) menyimak keterangan dari Kepala Bidang Program dan Informasi PPPPTK Dr Rachmadi Widdiharto, MA saat memberikan penjelasan di depan awak media terkait pelaksanaan 1st International Seminar on Mathematics Teaching and Learning (ISMaTeL), Rabu (16/10). (suaramerdeka.com/Gading Persada)
BERI KETERANGAN: Kepala PPPPTK Matematika Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd (dua dari kanan) dan Dr. Sri Wulandari Danoebroto, M.Pd (kanan) menyimak keterangan dari Kepala Bidang Program dan Informasi PPPPTK Dr Rachmadi Widdiharto, MA saat memberikan penjelasan di depan awak media terkait pelaksanaan 1st International Seminar on Mathematics Teaching and Learning (ISMaTeL), Rabu (16/10). (suaramerdeka.com/Gading Persada)

SLEMAN, suaramerdeka.com -  Apa jadinya jika nilai-nilai kebudayaan suatu bangsa dihubungkan dengan matematika? Etnomatheics namanya dan ratusan guru baik dari dalam serta luar negeri bakal berkumpul di Jogja tepatnya di Grand Dafam Rohan Jogja, 22-25 Oktober mendatang dalam 1st International Seminar on Mathematics Teaching and Learning (ISMaTeL) dengan tema Ethnomathematics in Teaching and Learning Process: What, Why, and How?.

“ISMateL merupakan seminar internasional pembelajaran matematika yang pertama kali diselenggarakan oleh PPPTK (Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan) Matematika sebagai upaya membuka wawasan guru tentang alternatif inovasi pembelajaran matematika melalui ajang temu ilmiah level internasional,” papar Kepala PPPPTK Matematika Dr. Dra. Daswatia Astuty, M.Pd, Rabu (16/10).

Menurut dia, tujuan pelaksanaan seminar ini adalah untuk mendiskusikan isu terkait peluang dan tantangan implementasi pendidikan etnomatematika di sekolah bagi guru. Seminar yang akan diikuti 200 peserta mulai dari guru termasuk 10 orang guru dari negara-negara di Asia Tenggara, kepala sekolah dan juga tenaga pendidik lainnya, bertujuan memberikan wawasan bagi mereka tentang apa itu etnomatematika, mengapa etnomatematika perlu diintegrasikan dalam pembelajaran untuk memperbaiki proses belajar matematika, bagaimana melakukan studi etnomatetika khususnya pada situs budaya dan bagaimana mengembangkannya untuk pembelajaran matematika di kelas.

Toko Online Terlengkap & Terpercaya dengan Beragam Produk Pilihan Serta Promo Menarik

“Seminar nanti akan menghadirkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.PA sebagai keynote speaker. Lalu ada Presiden Ethnomathematics Association Prof. Dr. Marsigit, M.A dari UNY. Kemudian Dr. Sri Wulandari Danoebroto, M.Pd dari PPPPTK Matematika serta dua pembicara dari luar negeri yaitu Prof. Wilfredo V Alangui (University of the Philipines Baguio) dan Dr. Nirmala Naresh (University of North Texas),” jelas Daswita.

Sementara itu salah satu pembicara Dr. Sri Wulandari Danoebroto, M.Pd mengakui bahwa di Indonesia sendiri, etnomatematika masih menjadi suatu hal yang asing terlebih baru sejak beberapa tahun terakhir ini dikembangkan di dunia pendidikan Tanah Air. Beda dengan di negara-negara lain semisal di Brazil sebagai negara penemu etnomatematika serta negara-negara Amerika Utara yang relatif lebih berkembang.

“Kami ingin menggugah kesadaran para pendidik bahwa Indonesia punya budaya yang kaya dan bisa dihubungkan dengan matematika. Sehingga membuat murid itu tidak takut dan bosan belajar dengan matematika,” sambung dia.

Pembelajaran etnomatematika, lanjut dia, bisa diterapkan di semua jenjang pendidikan. Misalnya dia mencontohkan dengan penerapan lokasi di Candi Borobudur.

“Seperti di Candi Borobudur untuk pelajar SD itu bisa belajar bangun datar dan bangun ruang atau bahkan di candi itu juga ada bentuk bangunan yang belum tahu namanya. Lalu untuk anak SMP bisa menemukan teori phytagoras di Candi Borobudur,” tandas  Sri Wulandari.


(Gading Persada /CN39/SM Network)