• KANAL BERITA

Pengaduan Masyarakat Diminta Lebih Sensitif

Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina paparkan pentingnya pengelola pengelola pengaduan masyarakat lebih sensitif terhadap perkembangan media sosial. (suaramerdeka.com/Asef Amani)
Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina paparkan pentingnya pengelola pengelola pengaduan masyarakat lebih sensitif terhadap perkembangan media sosial. (suaramerdeka.com/Asef Amani)

MAGELANG, suaramerdeka.com – Pengelola pengaduan masyarakat diminta lebih sensitif lagi terhadap perkembangan media sosial. Sebab, masyarakat sangat mudah mengakses dan memanfaatkan teknologi informasi untuk menyampaikan sesuatu, terutama kebijakan yang tidak sesuai di lapangan.

Hal itu diungkapkan Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina, saat membuka Bimbingan Teknis Mekanisme dan Peningkatan Kualitas Pengelolaan Pengaduan Masyarakat, di Aula Adipura Kencana, Selasa (15/10).

“Admin atau pengelola pengaduan jangan sampai menunggu viral baru ditindaklanjuti. Admin harus berpikir dan bertindak cepat bagaimana mengatasinya terlebih dahulu,” ujarnya.

Dia menuturkan, pengaduan masyarakat berfungsi sebagai kontrol atau pengawasan terhadap penyelenggara pelayanan publik. Hal ini karena masyarakat termasuk dari tiga unsur ekstrenal yang diatur dalam undang undang nomor 25 tahun 2006 tentang pelayanan publik.

“Pengaduan masyarakat tidak selalu menjadi sesuatu yang buruk/negatif, justru ini bentuk feedback yang dapat dilakukan masyarakat sebagai pengguna layanan dan sangat bermanfaat. Ini untuk mengevalusi penerapan kebijakan publik hingga penyerapan anggaran,” katanya.

Windarti pun berharap seluruh admin, pengelola, dan pejabat penghubung OPD agar lebih aktif dan responsif terhadap pengaduan masyarakat demi meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Sementara itu, pada kegiatan bimbingan teknis tersebut diikuti oleh 36 peserta, meliputi 12 pemerintah kabupaten/kota, 12 Polres, dan 12 Kantor Pertanahan kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Kepala Perwakilan Ombudsman Jawa Tengah, Siti Farida mengutarakan, para peserta dari tiga instansi tersebut karena sejauh ini mereka adalah instansi yang paling sering dilaporkan masyarakat ke ombudsman. Tiga instansi tersebut dinilai paling populer di masyarakat.

“Dilaporkan ke ombudsman bukan berarti memiliki citra negatif, justru paling populer. Artinya yang paling banyak melayani masyarakat. Ombudsman juga bergerak melakukan pencegahan serta memiliki komitmen untuk bersama meningkatkan kualitas pelayanan publik,” jelasnya.


(Asef Amani/CN40/SM Network)