• KANAL BERITA

Indosat Ooredoo dan Facebook Luncurkan Kampanye Internet 101

INTERNET 101: Pimpinan Indosat Ooredoo dengan Facebook berfoto bersama setelah melakukan kerja sama dengan meluncurkan kampanye Internet 101 di Jakarta, Selasa (15/10). (suaramerdeka.com / dok)
INTERNET 101: Pimpinan Indosat Ooredoo dengan Facebook berfoto bersama setelah melakukan kerja sama dengan meluncurkan kampanye Internet 101 di Jakarta, Selasa (15/10). (suaramerdeka.com / dok)

JAKARTA, suaramerdeka.com - Indosat Ooredoo bekerja sama dengan Facebook, meluncurkan kampanye ''Internet 1O1'' di Jakarta, Selasa (15/10). Kampaye tersebut bertujuan untuk meningkatkan adopsi mobile internet di Indonesia. Selain itu membantu pengguna internet pemula di Indonesia untuk mendapatkan pengalaman yang optimal melalui berbagai pelatihan, di cabang ritel Indosat Ooredoo dan toko-toko eksklusif, terutama di daerah pedesaan. 

Hal itu diungkapkan President Director & Chief Executive Officer Indosat Ooredoo, Ahmad Al Neama dalam siaran pers yang diterima Suara Merdeka. Disebutkan juga, kampanye ini adalah bagian dari program CSR Indosat Ooredoo. Di dalamnya menjasi pilar edukasi, yang memiliki misi untuk mendukung pendidikan di Indonesia dengan memanfaatkan teknologi digital.

''Internet memiliki kekuatan untuk menyalurkan suara publik. Hal ini membantu mereka menemukan dan membagikan pengetahuan, memperkuat ekonomi, dan mengembangkan komunitas. Membantu masyarakat mendapatkan hasil yang maksimal dari sumber daya yang kuat lebih dari sekedar konektivitas fisik,'' kata Ahmad.

''Kami bangga bekerja sama dengan Facebook di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran di antara pengguna internet pemula tentang peluang yang ditawarkan oleh internet. Kampanye nasional ini akan membantu memperkuat upaya inklusi digital dan mendorong orang-orang untuk menggunakan internet secara bertanggung jawab dan aman,'' lanjutnya.

Indosat Ooredoo memaparkan data dari GSMA Mobile Economy Report tahun 2019 menunjukkan, penetrasi mobile internet diprediksi akan tumbuh hingga 69 persen pada tahun 2025. Hal ini diartikan ada 24 juta orang di Indonesia yang akan masuk ke ranah online. 

''Namun, masih ada kesenjangan digital antara penduduk di kota besar dan pedesaaan. Sekitar 45 persen masyarakat tinggal di area pedesaan, yang mana angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara berkembang lain di Asia Pasifik dan ondisi Indonesia sebagai negara kepulauan dapat membuat biaya pembangunan infrastruktur menjadi tinggi,'' papar Ahmad.

Cek dan dapatkan berbagai macam gadget dengan harga terbaik dan termurah

Dikatakan lebih lanjut riset GSMA juga menunjukkan bahwa 97 persen populasi di Indonesia yang tidak memiliki ponsel tinggal di area pedesaan. Dia menambahkan untuk mencegah kesenjangan digital dan pemanfaatan internet membutuhkan kolaborasi dengan beragam pemangku kepentingan. 

VP Global Mobile Partnership Facebook, Francisco Varela mengatakan pihaknya selalu menantikan untuk dapat bekerja sama dengan mitra lokal guna mencapai inklusi internet. Lalu, pada saat yang sama, menjaga komunitas yang aman dan memiliki informasi yang memadai agar dapat terhubung serta berbagi di ranah online.

''Kami senang dapat bekerja sama dengan Indosat dalam kampanye ini untuk memanfaatkan keahlian kami. Sehingga kami dapat membawa lebih banyak masyarakat Indonesia ke ranah online. Serta, memberdayakan mereka dengan pengetahuan yang mumpuni agar tetap aman saat menggunakan teknologi dan platform digital,'' tandasnya.

Kampanye Internet 1O1 akan menjangkau jutaan konsumen Indosat Ooredoo dalam setahun ke depan, hingga 15 Oktober 2020 di seluruh Indonesia. Indosat Ooredoo dan Facebook akan membantu konsumen untuk memberikan materi edukasi tentang internet. Konten tersebut dibuat dengan menggunakan kurikulum GSMA MISTT.


(M Alfi Makhsun/CN26/SM Network)