• KANAL BERITA

Jembatan Baru Wadasgumantung Dibangun 2020

Pelajar asal Dukuh Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, menyeberangi Sungai Glagah untuk menuju sekolah di ibu kota kecamatan. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)
Pelajar asal Dukuh Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, menyeberangi Sungai Glagah untuk menuju sekolah di ibu kota kecamatan. (suaramerdeka.com/Teguh Inpras)

BREBES, suaramerdeka.com - Pemkab Brebes melalui Dinas Pekerjaan Umum memastikan pembangunan jembatan baru di atas Sungai Glagah di Dukuh Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes pada 2020 dengan anggaran Rp 3 miliar.

Lokasi jembatan baru berada sekitar satu kilometer dari lokasi jembatan lama. Pemindahan itu lantaran lokasi lama sudah tidak mungkin lagi dibangun jembatan. Selain bentangan sungai makin melebar, ancaman erosi tinggi.

Warga Dukuh Wadasgumantung, Desa Kutamendala, Kecamatan Tonjong, Brebes, mengaku lega menanggapi rencana pembangunan jembatan itu.

Selama dua tahun terakhir ini, warga harus menyebarangi sungai untuk keperluan ke kantor desa atau menuju ibukota kecamatan. "Kalau arus sungainya deras atau banjir, warga tidak bisa ke mana-mana. Semoga awal 2020 pembangunannya sudah bisa direalisasikan," kata Ahmad, salah seorang warga.

Ahmad setuju jembatan dibangun di lokasi baru. Namun di lokasi baru ini, akses jalan melewati lahan Perhutani. "Kalau dibangun di lokasi lama khawatirnya putus lagi. Kalau tidak salah ingat, sudah empat atau lima kali putus sejak 2005," katanya.

Sementar Ketua Penyelamatan Tanah Air Lingkungan dan Daerah Aliran Sungai (Patal DAS) Kabupaten Brebes, M Jamil, meminta pemerintah tetap melakukan pengawasan terhadap aktivitas galian C di lokasi jembatan lama. "Galian C boleh boleh saja, tapi sesuai aturan," kata dia.

Kerusakan Jembatan Wadasgumantung merupakan efek domino dari kerusakan sungai akibat galian C tidak terkendali. Pihaknya berharap ada pengawasan dan pengendalian dari pemerintah terhadap aktivitas galian C.

Jika tidak, penampang dasar sungai akan terus mengalami penurunan. "Artinya, berapa pun jauhnya jembatan dipindah akan tetap rawan jika aktivitas galian C tidak dikendalikan," ujarnya.


(Teguh Inpras Tribowo/CN40/SM Network)