• KANAL BERITA

Area Parkir Dikhawatirkan Ganggu Pejalan Kaki

Pejalan kaki melintas di city walk Jalan Slamet Riyadi, kemarin. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)
Pejalan kaki melintas di city walk Jalan Slamet Riyadi, kemarin. (suaramerdeka.com/Yusuf Gunawan)

SOLO, suaramerdeka.com - Rencana Pemkot Surakarta memanfaatkan city walk Jalan Slamet Riyadi sebagai area parkir dikhawatirkan akan mengganggu fungsi utama jalur pedestrian tersebut. Untuk itu Pemkot diminta mengkaji ide itu secara matang.

"Kami berharap Pemkot menimbang matang wacana ini. Jangan sampai pejalan kaki kesulitan," kata Ketua Komunitas Pejalan Kaki (KPK) Solo Miswan, Selasa (15/10).

Jangan sampai hak para pejalan kaki terampas dengan keberadaan lokasi parkir tersebut.

Kebijakan itu membuat dia khawatir alih fungsi sebagian titik city walk menjadi lokasi parkiiaia  tepi jalan (off street) mengurangi kenyamanan pejalan kaki. "Sebenarnya fasilitas bagi pejalan kaki di Jalan Slamet Riyadi sudah terwadahi dengan adanya city walk. Apalagi di sisi utara jalan, fasilitas pejalan kaki tidak senyaman city walk," jelasnya.

Miswan juga meminta Pemkot untuk menetapkan batasan-batasan aktivitas parkir di city walk. "Kami berharap pemerintah mengatur batasan agar kedua fungsi itu bisa berjalan baik. Dengan demikian fasilitas pejalan kaki aman dan nyaman," tegasnya.

Sebelumnya, Pemkot berdalih lahan parkir di ruas jalan utama Kota Solo minim. Kajian awal yang berisi identifikasi masalah perparkiran dan potensi pemanfaatan city walk sudah diselesaikan Pemkot, sebelum dilanjutkan dengan koordinasi instansi-instansi terkait guna mematangkan rencana tersebut.

itu Kabid Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Henry Satya Negara memastikan, hak pejalan kaki tetap terakomodasi dengan baik. "Rencananya cuma memakai sebagian lahan city walk sisi utara saja. Tepatnya di jalur hijau atau di antara pepohonan. Jadi masih ada ruang bagi pejalan kaki," tegasnya.


(Agustinus Ariawan/CN40/SM Network)