• KANAL BERITA

Dirjen Otda Akui Kemajuan Kota Semarang bersama Hendi

foto: suaramerdeka.com/dok
foto: suaramerdeka.com/dok

SEMARANG, suaramerdeka.com - Melalui konsep pembangunan bergerak bersama, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dinilai berhasil memajukan Kota Semarang. Hal itu dikemukakan Plt Dirjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negeri, Akmal Malik, saat penjurian acara Program Indonesia Visionary Leader yang bertema” Memacu Visi menuju Kedigdayaan Investasi “ di Auditorium Gedung Sindo Jakarta Pusat, Selasa (15/10).

Bagaimana tidak, yang dari semula jumlah jalan rusak mencapai 54 persen, jumlah investasi kecil 0,9 triliun, dan wilayah rawan banjir sebesar 41 persen, dan IPM tertinggal dibanding kota lainnya yang hanya berada di angka 77,58 kini angka tersebut melonjak ke atas.

foto: suaramerdeka.com/dok
foto: suaramerdeka.com/dok

Saat ini pertumbuhan ekonomi meningkat di angka 6,52 persen, pertumbuhan investasi meningkat menjadi 27,5 triliun, angka kemiskinan menurun menjadi 4,15 persen, luas wilayah kumuh menurun menjadi 112 hektare, wilayah rawan banjir menurun menjadi 17,4 persen, serta kondisi jalan rusak menurun menjadi 10,5 persen.

“Tidak ada pimpinan daerah yang tidak menginginkan Kotanya maju, masyarakatnya nyaman, produktivitasnya semakin bagus, statistik dan angka pertumbuhan semakin naik,” ujar Hendi, biasa wali kota disapa.

Hendi menyadari bahwa APBD Kota Semarang paling rendah dibandingkan kota-kota besar lainnya seperti Surabaya, Denpasar, dan Bandung. Ditambah lagi minimnya SDM yang dimiliki Pemerintah kota Semarang. Untuk itu, pihaknya menginisiasi sebuah konsep pembangunan yang namanya Bergerak Bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam proses pembangunan Kota.

“Pemerintah tentu bisa melakukan ini semua, namun memerlukan waktu yang lama. Untuk itu perlu keterlibatan semua lini, baik Pemerintah, Pengusaha, Masyarakat dengan segala ketokohannya, serta rekan-rekan media,” tambahnya.

Hal itu diimplementasikan melalui program stimulan kampung tematik serta normalisasi sejumlah sungai yang dapat merubah wajah wilayah kumuh secara signifikan. Seperti normalisasi kali Semarang yang membawa pemukiman kumuh di sekitarnya menjadi sangat apik, normalisasi sungai tenggang, hingga perubahan wajah sejumlah kampung melalui partisipasi warganya melalui program kampung tematik.

Tak hanya itu, Hendi juga memberi perhatian kepada sektor UMKM dengan menyediakan program kredit dengan bunga terkecil se Indonesia yang disebut dengan Kredit Wibawa. Hal itu dilakukannya karena ia menyadari bahwa sektor usaha kecil merupakan jantung nadi dari perekonomian di Kota Semarang.

Bentuk partisipasi masyarakat lainnya seperti pelaporan kondisi Kota melalui sistem lapor dan call center serta masukan dari seluruh masyarakat termasuk kaum difabel dianggap berhasil memajukan pembangunan di Kota Semarang ini.

Dalam masa kepemimpinannya kali ini, Hendi juga dinilai berhasil merevitalisasi kawasan bersejarah yang juga menjadi salah satu potensi wisata di Kota Semarang, Kota Lama. Ditambah lagi ia berhasil melakukan pembangunan kembali Kawasan pasar johar dan kampung melayu Semarang.

Apalagi visi Kota Semarang tahun 2016-2021 yaitu Semarang sebagai Kota Perdagangan dan Jasa yang Hebat Menuju masyarkat Sejahtera dengan mengedepankan sector agrikultur dengan adanya 52 persen area hijau di Semarang, sector manufaktur karena memiliki sembilan area industry, serta sector pariwisata melalui keragaman budaya yang dimiliki.

Plt. Dirjen Otonomi Daerah Kementrian Dalam Negri Akmal Malik bersama ketiga panelis lainnya pun memuji kinerja Hendi. Pihaknya memberikan apresiasi dengan apa yang telah dilakukan Hendi selama memimpin Kota Semarang. “Lewat konsep bergerak bersama ini Kota Semarang menjadi lebih maju. Untuk itu saya dukung Pak Hendi maju terus jadi Wali kota,” semangatnya.

Acara tersebut diselenggarakan sebagai ajang uji kompetensi para kepala daerah dalam mengukur dan menguji kekuatan visi para kepala daerah, sekaligus menggali upaya para pemimpin daerah dalam merumuskan, mengkomunikasikan, mengimplementasikan sekaligus membudayakan visi tersebut di wilayah kepemimpinannya.


(Red/CN40/SM Network)