• KANAL BERITA

Hidupkan Budaya Melalui Seni Mural

LUKIS TEMBOK: Peserta menuangkan idenya dalam festival mural yakni melukis di tembok kampus USD.(Foto: suaramerdeka.com/dok)
LUKIS TEMBOK: Peserta menuangkan idenya dalam festival mural yakni melukis di tembok kampus USD.(Foto: suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Puluhan tim mengikuti festival mural di kampus 2 Universitas Sanata Dharma (USD). Festival dengan tema ''Menyalakan Khazanah Tradisi Dalam Modernisme'' diadakan dalam rangka memeriahkan dies natalis ke-64 USD dan merupakan kompetisi berbasis budaya yang terbuka untuk umum. Sebanyak 40 tim mural yang terdiri atas enam tim kategori SMA/SMK, dan 34 tim kategori mahasiswa dan umum mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua Festival Mural, Michael Chandra Buana Nugroho Wijanarko menuturkan tujuan kegiatan menghidupkan kembali budaya yang telah surut di kalangan generasi milenial dan mengekspresikan ide, karya seni yang ada dalam setiap individu yang terlibat. 

''Karya seni yang dituangkan dalam mural merupakan sarana pengingat, bangsa Indonesia masih memiliki beragam budaya yang bagus dan wajib dilestarikan. Selain itu, setiap orang juga harus menghidupkan kembali khazanah tradisi dalam modernisme yang berlangsung dalam keseharian hidup bersama,'' papar Michael.

Tuangkan Ide

Ketua Dies, FX Ouda Teda Ena MPd EdD dalam kesempatan tersebut mengatakan meskipun USD tidak memiliki fakultas seni tetapi kegiatan berkesenian selalu mendapat tempat demi pengembangan seluruh bidang kehidupan manusia. Seni mengasah jiwa-jiwa agar semakin peka dengan sesama dan lingkungannya.

Peserta festival melukis di tembok sisi selatan kampus. Mereka langsung menuangkan ide dan karya seni muralnya. Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah. Para pemenang, Tim King Go sebagai juara dalam Kategori Semar (Pemaknaan Karya) dengan judul karya ''Kebersamaan untuk Kehangatan'', Tim Milky Way sebagai juara dalam Kategori Khrisna (Keselarasan dengan Tema) dengan judul karya ''Sadar''.

Selanjutnya Tim Sobat Miskin Crew sebagai juara dalam Kategori Wisanggeni (Keunikan Karya) dengan judul karya ''Milenial Berbudaya'', Tim Academy Olimpiade sebagai juara dalam Kategori Yudhistira (Orisinalitas Karya) dengan judul karya ''Budaya Menyatukan'' dan Tim Cecep Art sebagai juara dalam Kategori Arjuna (Kompleksitas Karya) dengan judul karya ''Dongkrak Hubungan Sosial Era Generasi Z''.


(Agung Priyo Wicaksono/CN19/SM Network)