• KANAL BERITA

Penumpang Prameks Tembus Lebih dari 2,5 Juta Penumpang

Hingga Agustus 2019

PRAMEKS: Kereta komuter Prambanan Ekspres (Prameks) melaju keluar Stasiun Tugu Yogyakarta menujo Solo, akhir pekan lalu. (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)
PRAMEKS: Kereta komuter Prambanan Ekspres (Prameks) melaju keluar Stasiun Tugu Yogyakarta menujo Solo, akhir pekan lalu. (Foto suaramerdeka.com/Gading Persada)

YOGYAKARTA, suaramerdeka,com - Kereta komuter yang melayani rute utama Jogja-Solo dan Jogja-Kutoarjo pulang pergi (PP) terus menjadi andalan bagi PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 6 Yogyakarta. Tingkat okupansi penumpangnya pun sangat tinggi, bahkan hingga pertengahan tahun ini saja sudah tembus lebih dari 2,5 juta penumpang.

“Dan untuk tahun 2019 mulai awal Januari sampai akhir Agustus lalu sebanyak  2.537. 023 penumpang.  Diperkirakan jumlah peminat  KA Komuter Prameks dari tahun ke tahun akan terus mengalami peningkatan,” kata Executive Vice President (EVP) PT KAI (Persero) Daop 6 Yogyakarta Eko Purwanto, Selasa (15/10).

Menurut dia, pengguna jasa KA Prameks dari tahun ke tahun naik sangat signifikan. Dari data yang ada, dalam satu hari, KA Prameks memiliki 21 trip trayek perjalanan untuk relasi Jogja- Solo dan Jogja-Kutoarjo PP. Adapun jumlah penumpang KA lokal Prameks, sebut dia, untuk periode 2016 sebanyak 2.973.891, lalu 3.650.144 penumpang (2017) dan 3.940.671 (2018).

“Dengan jumlah empat armada prameks yang dioperasikan saat ini masih banyak penumpang yang tidak mendapatkan tiket sehingga harus rela menggunakan KA lain (terusan)  manakala jumlah penumpang KA Prameks sudah melebihi kuota yakni 100 persen duduk dan 50 persen berdiri,” jelas dia.

Maka dari itu, untuk mendukung kebutuhan angkutan Prameks, lanjut Eko, pihaknya sudah menyiapkan penambahan rangkaian termasuk peremajaan rangkain kereta. Seperti perombakan 4 sampai 5 trainset yang saat ini dinilai ‘pating blentong’ diganti ‘wajah’nya dengan motif batik dimana dahulu awalnya memang bermotif batik dengan warna kuning dan merah putih. Namun untuk perwajahan baru saat ini akan diseragamkan dengan warna putih.

“Perubahan warna sebetulnya bukan tujuan utama. Kami lebih mengedepankan aspek kehandalan sarana dan kenyamanan  pengguna jasa KA Pramek. Maka selain perbaikan eksterior seperti pengecatan, perbaikan komponen mesin dan alat bantu lainnya kami utamakan. Selain itu kami programkan sampai akhir tahun ini semua KA lokal termasuk KA Prameks harus ber AC,” tegas dia.

Peremajaan yang dilakukan Daop 6 Jogja, tambah Eko, juga guna mendukung operasional bandara yang ada di Yogyakarta International Airport (YIA) serta di Bandara International Adi Sumarmo Solo, seiring kesiapan PT KAi untuk mengoperasikan armada KA.

“Kami sudah mempersiapkan 4 trainset KA untuk melayani ke dua bandara tersebut masing masing 2 trainset untuk melayani relasi Solo - Bandara Adi Sumarmo dan dua Trainset untuk memberikan pelayanan dari Jogja - ke Wojo sebagai akses menuju Bandara YIA.  Setidaknya ada 10 perjalanan KA PP menuju Bandara YIA,” tandas Eko Purwanto. 


(Gading Persada /CN19/SM Network)