• KANAL BERITA

Nyalon Kades, Perangkat dan Kades Harus Cuti

TUNJUKKAN: Kasubag Pemdes Setda Pati Indah Febriana menunjukkan peraturan bupati terkait pelaksanaan perda tentang kepala desa. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)
TUNJUKKAN: Kasubag Pemdes Setda Pati Indah Febriana menunjukkan peraturan bupati terkait pelaksanaan perda tentang kepala desa. (suaramerdeka.com/Beni Dewa)

PATI, suaramerdeka.com - Kasubag Pemerintahan Desa Setda Pati Indah Febriana menegaskan perangkat dan kepala desa yang ikut mencalonkan diri dalam pemilihan kepala desa serentak wajib cuti. Sedangkan untuk badan permusyawaratan desa (BPD) wajib mundur.

Indah Febriana mengatakan baik perangkat maupun kades yang ingin ikut dalam pilkades diwajibkan cuti. Bedanya untuk perangkat desa harus cuti saat menjadi bakal calon kades. Sedangkan untuk kades bisa cuti saat ditetapkan menjadi calon kepala desa,

‘’Pertimbangannya jika diisi dengan Plt maka kewenangannya sebatas pada administrasi saja,’’katanya.

Sementara untuk BPD memang diminta untuk mengundurkan diri sejak saat ditetapkan sebagai bakal calon. Meski begitu, diakuinya dari sekitar 122 yang mengikuti pilkades serentak ada yang telah diisi oleh penjabat (Pj).

‘’Hingga September ini ada 22 desa kepala desa memasuki akhir masa jabatan (AMJ), sehingga diisi oleh Pj. Sedangkan pada Oktober ini ada 3 desa masuk AMJ.’’

Sementara 95 desa lainnya baru memasuki AMJ pada awal tahun 2020 mendatang. Seperti di bulan Januari ada 88 desa, Februari satu desa dan Maret ada enam desa memasuki AMJ.

‘’Pendaftaran sekaligus pengumuman ditargetkan mulai dibuka 2 November hingga 13 November mendatang. Saat ini sejumlah desa masih fokus pada sosialisasi dan pembentukan panitia,’’ terangnya.


(Beni Dewa/CN39/SM Network)