• KANAL BERITA

Kunjungi Puskesmas Tulis, Wabup Batang Tak Mau Disebut Sidak

KUNJUNGAN: Wabup Batang Suyono (keempat dari kanan) ketika hadir di Puskesnas Tulis, dan diterima oleh Kepala Puskesmas, dr Ali Balhi (ketiga dari kanan). (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)
KUNJUNGAN: Wabup Batang Suyono (keempat dari kanan) ketika hadir di Puskesnas Tulis, dan diterima oleh Kepala Puskesmas, dr Ali Balhi (ketiga dari kanan). (suaramerdeka.com/Kasirin Umar)

BATANG,suaramerdeka.com - Meskipun kehadiran Wakil Bupati (Wabup) Batang, Suyono, ke Puskesmas Tulis, mendadak, namun ia tidak mau kehadirannya itu dikatakan sebagai Inspeksi Mendadak (Sidak), Kamis (10/10).

“Saya tidak mau kehadiran di Puskesmas Tulis dikatakan Sidak, karena sidak seakan - akan ada yang salah. Saya tahu anda (jajaran Puskesmas Tulis) sudah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," kata Wabup Suyono.

Untuk urusan kritik masyarakat dalam pelayanan, kata Suyono, itu bagian dari penyempurnaan kinerja dalam memberikan pelayanan kesehatan secara prima, sesuai dengan Standard Operation Prosedure (SOP) pelayanan kesehatan. “Tidak semua kritik saya tanggapi, karena ada kritik yang membangun dan like and dislike dalam puskesmas sendiri. Kalau kritik membangun tetap kita tanggapi," sebut Suyono.

Ia juga meminta kepada ASN di Puskesmas Tulis, kalau memang ada konflik untuk disampaikan kepada jajaran pimpinan, agar tidak berlarut permasalahan sehingga dapat mengganggu pelayanan dan segera mendapatkan solusi. “Saya tidak mau ada pengaduan yang bersifat interes, terus ditanggapi dan yang satu dimarahi itu akan menjadi konflik di tubuh lembaga atau Puskesmas sehingga pelayanan terganggu,"tegas Suyono.

Dikatakan pula, rolling ASN dan Kepala Puskesmas sebagai bagian untuk penyegaran, karena sudah terlalu lama di Puskesmas bisa berdampak pada perilaku negatif. “Sesuai teori kalau bekerja di satu tempat lebih dari dua tahun pasti akan melakukan hal - hal yang sifatnya negatif dan manipulatif. Oleh karena itu, jadilah karyawan yang berintegritas," kata Suyono.

Kepala Puskesmas Tulis dr. Ali Balhi mengatakan, pihaknya melayani warga di 17 desa, dan pada saat ini sedang membangun ruang bersalin, sesuai rencana akhir 2019 ruang tersebut sudah selsai.

Menurut Ali, untuk sementara persalinan menggunakan tempat pemeriksaan walaupun tempatnya sempit namun pelayanan persalinan tetap dapat dilayani. “Ruang bersalin atapnya sudah pada bocor sehingga dengan dibangunnya ruang bersalin, masyarakat yang akan melakukan persalinan bisa terlayani dengan gedung dan pelayanan representatif," katanya.


(Kasirin Umar/CN26/SM Network)