• KANAL BERITA

Kemenlu RI Buka Peluang UMKM untuk Pasar Global

FOTO BERSAMA: Dirjen Aspasaf Kemenlu RI, Desra Percaya didampingi Direktur Asia Tenggara, Danny Abdi dan Sekretaris Aspasaf Kemenlu RI, Rossy Verona berfoto bersama Moch Zakki dari Kadin Kendal.  (suaramerdeka.com / Hanief Sailendra)
FOTO BERSAMA: Dirjen Aspasaf Kemenlu RI, Desra Percaya didampingi Direktur Asia Tenggara, Danny Abdi dan Sekretaris Aspasaf Kemenlu RI, Rossy Verona berfoto bersama Moch Zakki dari Kadin Kendal. (suaramerdeka.com / Hanief Sailendra)

KENDAL, suaramerdeka.com - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika akan memfasilitasi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di daerah, untuk dapat merambah pasar internasional.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemenlu RI, Desra Percaya, dalam acara “High Tea” yang digalang Dirjen Aspasaf Dengan BUMN dan Kalangan Usaha dalam menjalin hubungan ekonomi dengan negara-negara di kawasan Asia Pasifik dan Afrika (Aspasaf) di Aula Kantin Diplomasi Kemlu RI di Jakarta, Kamis (10/10).

Lebih jauh ditambahkan Desra, tujuan acara ini adalah sebagai apresiasi produk barang dan jasa. Dirjen Aspasaf Kemenlu RI, telah melakukan beberapa langkah dalam memfasilitasi pelaku UMKM di daerah, untuk dapat menjual potensinya di kawasan Asia pasifik dan Afrika.

Langkah yang diambil adalah koordinasi, kolaborasi dan sinergi dengan BUMN dan para pelaku usaha agar dapat masuk ke pasar produk ke manca negara dan di Indonesia Afrika Forum 2018 tercatat bisnis deal 586.56 juta dolar AS,  dengan Indonesia Afrika Infrastruktur sebesar 822 juta dolar AS.

“Program yang sudah dilaksanakan secara mandiri, adalah melakukan bissiness matching di kawasan Aspasaf. Disamping itu kami menerima masukan dan peluang termasuk bagaimana dengan regulasi kedepan di Kemenlu dalam rangkan mensinergikan peluang ekonomi, sasaran dan target dalam rangka kegiatan ekonomi di negara-negara Aspasaf", jelas Desra Percaya kepada suaramerdeka.com.

Lebih jauh ditambahkan Desra, masih banyak potensi-potensi dari daerah yang belum dikenal dan dikembangkan. Yang dilakukan Kemenlu RI dengan penjajakan, penggarapan dan penghubung untuk pasar tradisional di Aspasaf. Permintaan dari beberapa Negara seperti Malaysia, Kamboja, Kairo dan Afrika produk unggulan lokal dari UMKM, misal dari Blitar ada cokelat, dari Rembang dengan produk furniture, kemudian dari Kendal dengan wood pellet dan kopi yang sudah ada kerjasama dengan pengusaha di Johor Bahru Malaysia.

Salah satu peserta yang diundang adalah Moch Zakki, dari CV Akira Utama Kendal mengatakan, acara seperti ini sangat berpengaruh kepada perkembangan UMKM di daerah, dimana produk-produk UMKM dikenalkan langsung dan menawarkan dengan para pengusaha dari manca negara sehingga dapat membuka peluang pasar.

“Kami membawa produk unggulan kami, yakni wood pellet dan kopi Kendal yang kemarin sudah ada kerja sama dengan pengusaha di Johor Bahru dengan penjualan 36 ton wood pellet, satu ton kopi dan  100 kilogram sempel the yang difasilitasi oleh KJRI Johor Bahru Malaysia,” ujar Moch Zakki yang juga sebagai pengurus Komite Kadin Kendal. 

Perkuat Kerja Sama

Ditambahkan Sekretaris Dirjen Aspasaf Kemenlu RI, Rossy Verona, acara ini selain untuk memperkenalkan produk-produk UMKM dan membuka peluang pasar, juga sekaligus untuk memperkuat hubungan kerja sama antara Indonesia dengan Negara-negara Aspasaf di bidang ekonomi, investasi dan pariwisata.

“Kemenlu RI terus memberikan informasi perdagangan, peluang pasar, serta standarisasi produk yang dibutuhkan di berbagai negara. Sesuai apa yang disampaikan pak Dirjen, berbagai negara di Aspasaf ini merupakan salah satu kawasan yang mempunyai prospek positif untuk masa depan Indonesia, khususnya untuk produk UMKM,” jelas Rossy Verona.

Di sisi lain Rossy menambahkan, bahwa untuk memperkuat program ini, pihak Kemlu RI juga akan menggandeng kementerian terkait, seperti Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pariwisata, BUMN dan Kadin baik Pusat, Provinsi maupun daerah untuk melihat langsung kegiatan pelaku UMKM, stake holder dan pemerintah daerah.

Dalam waktu dekat dengan Kadin Kendal akan diadakan kegiatan FGD untuk mengetahui berbagai potensi daerah untuk dipasarkan ke internasional dan dipastikan kerjasama terjalin konkrit serta berkesinambungan, juga untuk memastikan kerjasama yang dibangun jangka panjang.

“Perlu kesiapan daerah untuk mempersiapkan infrastruktur dan SDM nya, sehingga ke depan para investor di luar negeri akan semakin melirik potensi daerah sebagai tujuan investasi mereka. Jika nantinya ada kendala saat memasuki pasar luar negeri, maka Kemlu RI akan melakukan identifikasi dengan seksama, apa yang menjadi penyebabnya serta segera dicarikan solusi yang terbaik. Yang terpenting saat ini, para pelaku UMKM ini menjaga mutu dan kualitas produknya sehingga mampu bersaing di pasar internasional,” pungkas Rossy.


(Hanief Sailendra/CN26/SM Network)