• KANAL BERITA

Penjahat dan Teror Tidak Mengenal Suku, Ras, Agama dan Strata Pendidikan

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SEMUA pihak, khususnya TNI, Polri, akdemisi, pengamat, jurnalis sampai netizen wajib menahan diri berkomentar tentang latar belakang atau motif pelaku penyerangan terhadap Menteri Kordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto. Sebab, saat ini yang semestinya menjadi prioritas adalah kesehatan Wiranto dan keamanan tanah air tetap kondusif.

Stop sekarang juga dan untuk selamanya bahwa ada motif agama tertentu atas peristiwa kekerasan, teror dan sejenisnya. Sebab, semua sepakat tidak ada agama yang menyesatkan umatnya untuk melakukan tindakan kekerasan.

Semua pihak jangan mengeluarkan simbol-simbol agama yang berkaitan dengan perkara kekerasan,  teror dan sejenisnya. Sebab, yang dihukum adalah perbuatan kejahatannya bukan latar belakang pelaku kejahatan. Siapapun orangnya, apapun agamanya, sebaik apapun orangnya ketika melakukan perbuatan jahat maka bukanlah orang yang baik.

Penjahat tidak mengenal suku, ras, agama dan strata pendidikan. Sebab, tiap suku, ras, pemeluk agama tertentu dan semua jenjang pendidikan ada yang melakukan kejahatan. Tengoklah siapa yang mendekam di penjara berbagai negara. Mereka adalah oknum yang melakukan kejahatan karena faktor nafsu biologis atau faktor ekonomi atau faktor politik, faktor kekuasaan atau karena keempat faktor tersebut.

Percayakan penanganan kesehatan kepada tim medis dan penanganan perkara kepada yang berwajib. Hentikan penyebaran informasi simbol-simbol agama pelaku kejahatan oleh semua pihak demi terjaganya kerukunan antar umat beragama. Bukankah, kerukunan adalah keutamaan.

(penulis adalah wartawan Suara Merdeka, sekaligus novel "The Djaksa: Menembus di Balik Matahari)


(Nurokhman/CN26/SM Network)