• KANAL BERITA

Terbangkan Pesawat dengan Simulator Boeing 737

SESUAI ASLINYA: Ponco Walipranoto dan tim membuat simulator kokpit pesawat terbang yang sesuai dengan aslinya.(Foto: suaramerdeka.com/dok)
SESUAI ASLINYA: Ponco Walipranoto dan tim membuat simulator kokpit pesawat terbang yang sesuai dengan aslinya.(Foto: suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, suaramerdeka.com - Tidak semua orang memiliki kesempatan menerbangkan pesawat mengingat biaya untuk menjadi pilot berlisensi sangat mahal. Selain mahal, tentu harus melalui seleksi sangat ketat karena menerbangkan pesawat memerlukan ketrampilan, kecakapan, pengetahuan dan fisik yang prima. Lantas, kapan setiap orang bisa mencicipi menerbangkan pesawat?

Tenang saja, ada solusinya. Dosen Jurusan Pendidikan Teknik Elektronika dan Informatika (JPTEI) Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta, PoncoWalipranoto MPd bersama alumni, Mukhlas Fajar Putra dan Wasang Juwi Pracihno serta alumni Tekik Mesin, Wawan menciptakan model atau simulator pesawat terbang yang sangat mirip dengan cockpit atau flight deck sebenarnya sehingga akan memberikan sensasi layaknya menerbangkan pesawat asli.

Simulator dibuat benar-benar memperhatikan detail pesawat terbang secara keseluruhan terutama bagian cockpit. Menurut Ponco, skalanya 1:1 sehingga inovasi tersebut memiliki ukuran sama dengan cockpit pesawat Boeing 737 asli. Simulator memilki dua kokpit yaitu pilot dan co-pilot. Tampilan display menggunakan layar LED monitor, mampu menampilkan suasana augmented reality saat Boeing 737 bermanuver, berakseleratif maupun saat kondisi emergency service.

Kondisi Bandara

''Model simulator yang kami buat memungkinkan pengguna beriteraksi langsung dengan software melalui panel instrument real. Simulator dibuat mendekati bentuk nyata dengan memperhatikan performance dasar. Kondisi setiap bandara ditampilkan sesuai database yang dikembangkan agar mereka yang mencoba juga bisa merasakan seakan-akan berada di bandara yang diinginkan,'' papar Ponco.

Ia bersama tim membuat model itu untuk mengurangi tingkat kesalahan calon pilot serta mengurangi biaya latihan sebelum benar-benar menerbangkan pesawat. Simulator memiliki dimensi 3.261 x  2.520 x 2.020 milimeter dengan bahan bahan rangka besi, akrilik, alumunium dan MDF. 

Butuh waktu empat bulan menyelesaikan kokpit mulai dari rencana sampai pengerjaan yang sangat detil. Ponco dan teman-temannya menggunakan materi lokal sebesar 90 persen dan hanya sepuluh persen yang impor.

''Kami mengeluarkan dana sebesar Rp 300 juta untuk membuat simulator dan sudah ada yang memesan dari komunitas penerbangan juga Taman Pintar Yogyakarta yang wahana rekreasinya memang penuh nuansa pengetahuan,'' imbuh Ponco.

Tim terus berusaha menyempurnakan simulator dengan teknologi terbaru karena industri penerbangan juga terus berkembang. Ia sedang berusaha untuk mengajak para pilot, maskapai penerbangan, pakar pesawat terbang untuk menguji coba, memberi kritik, saran dan lainnya.


(Agung Priyo Wicaksono/CN19/SM Network)