• KANAL BERITA

Kemenristekditi Tinjau UMKM  Healthy Rimpangku 

TINJAU UMKM:  Reviewer Kemenristekditi,  Dr. rer. nat I Wayan Karyasa, S.Pd., M.Sc meninjau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Healthy Rimpangku binaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Dosen Teknik Mesin Unnes di Desa Limbangan Kabupaten Kendal, baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/Pamungkas Suci Ashadi)
TINJAU UMKM: Reviewer Kemenristekditi, Dr. rer. nat I Wayan Karyasa, S.Pd., M.Sc meninjau Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Healthy Rimpangku binaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Dosen Teknik Mesin Unnes di Desa Limbangan Kabupaten Kendal, baru-baru ini. (Foto suaramerdeka.com/Pamungkas Suci Ashadi)

KENDAL, suaramerdeka.com - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekditi) meninjau produk minuman kesehatan herbal instan di Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Healthy Rimpangku, di Desa Limbangan Kabupaten Kendal, baru-baru ini. UMKM Healthy Rimpangku adalah binaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Kriswanto, Dosen Teknik Mesin di Universitas Negeri Semarang (Unnes). Dia menerapkan teknologi mesin kristalator untuk meningkatkan produktivitas UMKM Healthy Rimpangku. 

Pengulas (Reviewer) Kemenristekditi,  Dr. rer. nat I Wayan Karyasa, S.Pd., M.Sc mengatakan, hasil dari monitoring dan evaluasi PKM, binaan UMKM dosen Unnes memiliki capaian luar biasa. Penerapan teknologi kristalator dapat meningkatkan produktivitas sampai delapan kali dibandingkan proses manual. Bahkan bisa menghemat biaya produksi sekitar 78,5 persen. Termasuk dengan menerapkan teknologi mesin kristalator juga bisa menurunkan waktu produksi sampai 83,3 persen. 

" Proses produksi sebelumnya 6 jam dan diubah menjadi 1 jam. Hal itu menjadikan biaya produksi dan biaya tenaga kerja menjadi rendah. Produk hasil olahan mesin kristalisator memiliki kualitas lebih baik yakni lebih halus, mudah larut, warna natural, tidak berubah rasa, dan higienis," ujarnya. 

Selain itu, ditambah dengan adanya penerapan aplikasi akutansi digital basis smartphone dan ms Excel. Aplikasi tersebut diterapkan Dosen Unnes Bayu Wiratama, yang merupakan Tim Pelaksana program PKM Kemenristekdikti. Adapun hasil dari penerapan aplikasi tersebut bisa membuat managemen keuangan UMKM Healthy Rimpangku lebih tertata. 

"Dalam menunjang pemasaran dan promosi lebih luas perlu menerapkan pemasaran media online pada UMKM berbasis marketplace, media sosial, dan media youtube. Tak hanya itu, bahwa  kegiatan PKM Kemenristekdikti tahun 2019 ini melibatkan mahasiswa KKN kemitraan UNNES di Desa Limbangan Kabupaten Kendal," ujar Bayu. 

Menurutnya, untuk ijin edar P-IRT produk minuman kesehatan instan jahe, temulawak, kunyit, temulawak kunyit, dan kopi jahe dari UMKM Healthy Rimpangku telah diperoleh dari hasil program PKM tim dosen UNNES. Selain bantuan teknologi pada Healthy Rimpangku, tim pelaksana PKM juga membekali modul ber-ISBN proses produksi menggunakan mesin kristalisator dan modul akutansi. 

Pasalnya, kemasan produk Healthy Rimpangku juga telah disertai P-IRT, kandungan gizi, saran penyajian, komposisi bahan, dan batas kadaluarsa diminta oleh Wayan Karyasa untuk didaftarkan perlindungannya berupa desain industri. Bahkan selain kemasan produk, nama produk Healthy Rimpangku juga perlu didaftarkan merek dagang agar terlindung. 

"Lokasi UMKM Healthy Rimpangku yang sebelumnya tidak banyak diketahui umum, sekarang terbuka dan mudah diakses melalui nama gmap:Healthy Herbal Kendal. Produk UMKM Healthy Rimpangku juga mulai dikenal masyarakat melalui pameran tingkat kecamatan, Kabupaten, Kota, tingkat Provinsi, dan terakhir tingkat Nasional pada Ritech Expo Hakteknas di Bali tanggal 23 September 2019 yang lalu," imbuhnya. 

Sementara dalam penerapan inovasi teknologi yang dilakukan tim dosen Unnes tidak terlepas dari arahan Rektor Unnes, Prof Dr Fathur Rokhman MHum. Sebab Rektor Unnes selalu mengembangkangkan inovasi dan teknologi di era disrupsi sekarang ini, serta menerapkannya sebagai solusi permasalahan masyarakat. untuk memberikan kebermanfaatan bagi bangsa Indonesia.

"Berharap program ini bisa membentuk usaha-usaha serupa di Desa Limbangan. Kemudian diwadahi koperasi bersama dan bersinergi dengan petani rimpang, sehingga berdampak sosial ekonomi masyarakat. Produksi dari berbagai rumah industri yang diwadahi koperasi dari segi penjualan akan dapat bersaing dengan produk buatan perusahaan skala nasional," ungkapnya.


(Pamungkas Ashadi/CN19/SM Network)