• KANAL BERITA

Pentas Kolosal Bermakna Budaya Lintas Agama

TAMPILKAN ATRAKSI : Peserta beragam budaya lintas agama menampilkan atraksi kolosal di halaman Balai Kota Surakarta.
TAMPILKAN ATRAKSI : Peserta beragam budaya lintas agama menampilkan atraksi kolosal di halaman Balai Kota Surakarta.

SOLO, suaramerdeka.com - Komisi Karya Misioner (KKM) bersama Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK), dan Komisi Kitab Suci Kevikepan Surakarta  menggelar atraksi kolosal dan beragam budaya lintas agama di halaman Balai Kota Surakarta.

Kegiatan itu antara lain menampilkan flashMob ‘’Nandur Rukun Sugih Sedulur’’, tari kolosal  ‘’Tanah Kamardikan Kemangiran’’, Hadrah, Barongsai, Tari Bertema Lingkungan Hidup, Fragment tari tentang ‘’Manunggaling Tekad Angrebut Kamardikan,’’ Tari Pendet, Wushu, hingga Tari Sufi.

Panitia F Angga Rustam Rinjaya menyebut pentas budaya dari beragam latar belakang ini lebih bermakna sebagai perwujudan kerukunan di tengah krisis lingkungan hidup  "Pentas seni dan budaya lintas agama menampilkan dari berbagai agama di Indonesia dan pentas kolosal  tari anak dari Surakarta," katanya.

Adapun jumlah anak perayon di antaranya Rayon Kota 163 anak, rayon timur selatan 160 anak, dan rayon Klaten 100 anak. Keterlibat anak dan remaja dalam gelar budaya merupakan bentuk aksi nyata gerak misioner sebagai agen kerukunan.

Perwakilan peserta Gunharjo mengungkapkan, ajang kolosal dan beragam budaya lintas agama ini berlangsung semarak. Seperti tari tema lingkungan hidup  yakni tari kolosal bertitel Adyatma Nagari. "Tari ini berkisah tentang negeri Indonesia," katanya.

Indonesia memiliki aneka ragam kebudayaan, kekayaan alam melimpah, hutan luas yang menjadi penyangga. Hiburan yang menarik juga disajikan Hadrah pimpinan Gus Yusuf Dwi Akhial, Gedangan, Madegondo, Grogol Sukoharjo.


(Budi Sarmun/CN34/SM Network)