• KANAL BERITA

Puso, 124 Hektare Lahan Padi Terima Asuransi

PRIMADONA PADI : Tanaman padi tetap menjadi primadona kalangan petani di Kecamatan Sale meskipun musim kemarau, lantaran melimpahnya sumber air pertanian di wilayah itu. (Foto suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
PRIMADONA PADI : Tanaman padi tetap menjadi primadona kalangan petani di Kecamatan Sale meskipun musim kemarau, lantaran melimpahnya sumber air pertanian di wilayah itu. (Foto suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Sebanyak 124 hektare tanaman padi di Kabupaten Rembang mendapatkan dana asuransi lantaran mengalami puso alias gagal panen. Lahan padi yang berada di sejumlah kecamatan itu, mendapatkan asuransi sebesar Rp 6 juta/hektare.

Sampai dengan akhir September lalu, seluruh dana asuransi sebesar Rp 744 juta sudah dibayarkan. Dana tersebut sudah diterima petani pemilik lahan yang mengalami puso sebagai pengganti pengeluaran modal.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang, Suratmin menyatakan, sejatinya sepanjang 2019 ini total ada 1.332 hektare tanaman padi yang mengalami puso. Namun, seluas 1.208 hektare masih dalam proses pengajuan klaim.

Ia menyebutkan, lahan padi yang mengalami puso sepanjang tahun ini paling banyak berada di Kecamatan Kaliori dengan jumlah 659 hektare. Disusul Kecamatan Sarang 211 hektare, serta Kecamatan Sumber 132 hektare.

Kecamatan yang lahannya paling sedikit mengalami puso adalah Sulang, dengan luas hanya 5 hektare saja. Sedangkan tiga kecamatan, masing-masing Sale, Gunem dan Pancur tidak memiliki tanaman padi yang mengalami puso.

“Lantaran diasuransikan, tanaman yang puso mendapatkan klaim dana. Untuk tanaman padi yang tertanam September hanya pada kawasan terjamin airnya saja, sehingga tidak akan berpotensi mengalami puso,” terang Suratmin.

Suratmin mengungkapkan, sepanjang kemarau ini sebanyak 282 hektare tanaman padi mengalami dampak kerusakan. Rinciannya, 172 hektare rusak ringan, 74 hektare rusak sedang dan 36 hektare rusak ringan. Tanaman padi paling banyak terdampak kerusakan berada di Kecamatan Sarang, dengan luas 72 hektare.

Dintanpan juga mencatat, sampai akhir September lalu sisa lahan padi yang belum terpanen adalah seluas 1.809 hektare. Lahan tersebut banyak tersebar di Kecamatan Sale, Pamotan dan Kragan.

“Sisa lahan padi paling banyak berada di Kecamatan Sale dengan luas 921 hektare, disusul Pamotan 560 hektare dan Kragan 87 hektare. Tiga kecamatan, Gunem, Kaliori dan Rembang saat ini sudah tidak memiliki lahan padi,” tandasnya. 
 


(Ilyas al-Musthofa/CN19/SM Network)