• KANAL BERITA

Keluarga Miskin Ditempeli Stiker Khusus

foto: istimewa
foto: istimewa

SRAGEN, suaramerdeka.com - Pemerintah KabupatenSragen bakal mengikuti jejak daerah lain dengan memasang atau menempelkan stiker khusus untuk menandai keluarga miskin yang berhak menerima berbagai bantuan dari pemerintah.

Stiker itu bakal dipasang mulai akhir tahun ini, dengan beberapa desa sebagai uji coba mulai tahun depan. Dengan pemasangan stiker khusus itu, diharapkan penerima bantuan untuk warga miskin bisa lebih tepat sasaran.

‘’Tahun ini, pemasangan stiker khusus itu akan dilakukan. Saat ini kami tengah menyiapkan desain dan beberapa alternatif,’’ kata Wakil Bupati Dedy Endriyatno, Rabu (9/10).

Dedy menyampaikan, beberapa daerah lain di Jawa Tengah sudah menerapkan penempelan stiker ini. Namun untuk Kabupaten Sragen, kemungkinan stiker dipasang di papan dan ditempatkan di tempat yang mudah di lihat.

Dalam stiker itu juga disebutkan barang siapa yang memasukkan data kemiskinan termasuk menerima bantuan kemiskinan yang bukan haknya, dapat dikenai hukuman pidana penjara dua tahun atau denda paling Rp 50 juta.

‘’Pemasangan stiker ini berdasarkan UU No 13/2011 tentang Penanganan Fakir Miskin pada pasal 42,’’ tutur Dedy. Bila di daerah lain berupa stiker dipasang di depan rumah, di Sragen kemungkinan siker khusus itu ditempel di papan.

Pemasangan stiker untuk menandai keluarga miskin ini juga akan melibatkan berbagai instansi terkait. Seperti dari Dinas Sosial, Polres Sragen dan jajaran polsek serta kecamatan hingga pemerintah desa.

Dedy menandaskan, bila stiker itu hilang atau lepas dianggap yang bersangkutan mundur dari keluarga penerima bantuan. Dengan melibatkan kerja sama berbagai instansi termasuk dari Kepolisian, memungkinkan polisi melakukan penindakan terhadap mereka yang perusakan stiker khusus itu hingga keluarga memalsukan data kemiskinan.

Koordinator Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Sragen mendapat keluhan dari para ketua RT, tokoh masyarakat dan keluarga miskin. Keluhan terkait keluarga miskin justru tidak mendapatkan bantuan. Yang tidak masuk keluarga miskin justu menerima bantuan.

‘’Tahun ini beberapa desa jadi pilot project, meski sebenarnya sudah ada beberapa desa dengan inisiatif sendiri melakukan penempelan stiker khusus keluarga miskin,’’ tegas Dedy.


(Basuni Hariwoto/CN34/SM Network)