• KANAL BERITA

Wapres : Dua Jalur Pendidikan Harus Berjalan

Foto Istimewa
Foto Istimewa

SLEMAN, suaramerdeka.com - Wakil Presiden RI Muhammad Jusuf Kalla hadir menyampaikan kuliah kebangsaan di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Kamis (10/10). Acara ini merupakan puncak rangkaian milad Unisa ke-28 sekaligus penyambutan mahasiswa baru.

Dalam orasi kuliahnya, Wapres menekankan tentang pentingnya peran teknologi dalam kemajuan suatu bangsa. Menurutnya, kemajuan dapat dicapai apabila nilai tambah kemampuan dan sumber daya dapat meningkat. Nilai tambah ini salah satunya termasuk teknologi.

"Teknologi berasal dari riset dan pendidikan. Jadi, semua kemajuan itu sumbernya adalah pendidikan," kata Jusuf Kalla.

Dia menyebutkan, secara garis besar terdapat dua jalur pendidikan di dunia. Pertama adalah pendidikan bebas yang mengajarkan cara berpikir. Pola semacam ini dianut oleh negara Amerika.

Jalur pendidikan lainnya adalah berbasis keterampilan seperti yang diterapkan di Jerman, Jepang, Prancis, Tiongkok, dan Korea. Pendidikan dengan konsep ini mengajarkan untuk mengasah kemampuan dalam membuat sesuatu.

Lantas, dimana posisi Indonesia? Menurut Wapres, dua jalur pendidikan itu harus berjalan bersama. Ke depan, pemerintah memprogramkan pendidikan keterampilan yang bermakna kemampuan menciptakan sesuatu.

"Universitas harus punya tiga hal yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Universitas harus inovatif dan melakukan research yang dapat diimplementasikan," tegasnya di hadapan mahasiswa dan civitas Unisa.

Wapres memandang, dengan potensi 10 persen penduduk merupakan kalangan mahasiswa, Yogyakarta dapat menjadi daerah inovasi. Tema kuliah kebangsaan ini adalah Mendidik Generasi Unggul Cendekia Untuk Kemajuan Bangsa. Menurut Rektor Unisa Yogyakarta Warsiti, tema itu diambil karena pihaknya memiliki keyakinan bahwa perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang unggul dan cerdas.


(Amelia Hapsari/CN19/SM Network)