• KANAL BERITA

Dishub Menertibkan 24 Kendaraan SMKN 6 Semarang

TERTIBKAN SEPEDA MOTOR: Dishub Kota Semarang bersama Satlantas Polrestabes Semarang, menertibkan parkir liar sepeda motor para siswa SMKN 6 Semarang. Mereka memarkirkan sepeda motor di perkampungan Jalan Sidodadi sehingga menutup setengah jalan dan membuat arus lalu lintas padat, Kamis (10/10). (Foto suaramerdeka.com/Pamungkas Suci Ashadi)
TERTIBKAN SEPEDA MOTOR: Dishub Kota Semarang bersama Satlantas Polrestabes Semarang, menertibkan parkir liar sepeda motor para siswa SMKN 6 Semarang. Mereka memarkirkan sepeda motor di perkampungan Jalan Sidodadi sehingga menutup setengah jalan dan membuat arus lalu lintas padat, Kamis (10/10). (Foto suaramerdeka.com/Pamungkas Suci Ashadi)

SEMARANG, suaramerdeka.com - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menertibkan 24 kendaraan milik siswa SMKN 6 Semarang. Para siswa tersebut memarkirkan sepeda motornya di perkampungan warga di Jalan Sidodadi Barat Kelurahan Karangturi, Kecamatan Semarang Timur. Dampak dari parkir kendaraan tersebut menutup setengah jalan di Sidodadi, yang padat dengan arus lalu lintas kendaraan sepeda motor, Kamis (10/10).  

Kepala Dishub Kota Semarang, Endro P Martanto mengatakan, berdasarkan aduan dari warga yang tinggal di perkampungan Jalan Sidodadi mengeluhkan keberadaan parkir para siswa SMKN 6. Bahkan warga sekitar terus melakukan peringatan melalui RT dan RW di Kelurahan Karangturi. Namun peringatan yang diberikan RT dan RW setempat tidak diperhatikan. 

"Karena itu Dishub Kota Semarang bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Semarang menertibkan parkir kendaraan para siswa SMKN 6. Termasuk dalam penertiban tersebut juga melibatkan dari pihak guru SMKN 6," ujar Endro. 

Selain itu, dalam penertiban tersebut, Dishub Kota Semarang juga menindaklanjuti Juru Parkir (Jukir) liar. Sebab Jukir tersebut menempatkan parkir kendaraan ditempat yang menjadi larangan parkir. Hal itu dapat mengganggu akses Jalan Sidodadi yang tidak begitu luas ditambah dengan arus lau lintas yang padat. 
"Jika hal itu tetap dibiarkan, kemacetan lalu lintas bisa sampai kemana-mana. Bahkan bisa sampai ke Jalan Dr Cipto hingga akses jalan yang lain dan bisa berimbas sampai ke Jalan Pandanaran 2 Semarang," imbuhnya. 

Adapun penertiban parkir dilakukan mulai pukul 08.00 hingga pukul 10.00 pagi. Dari Dishub Kota Semarang menindaklanjuti Jukir untuk diperingatkan. Karena Jukir menarik tarif parkir Rp 2 ribu dan tidak diberikan karcis serta menempatkan parkir ditempat yang menjadi larangan. Sementara dari pihak jajaran Satlantas Polrestabes Semarang menindaklanjuti penertiban kelengakapan surat-surat kendaraan SIM dan STNK. 

"Berdasarkan hasil dari penilangan terdapat 24 kendaraan milik siswa SMKN 6 yang tidak dilengkapi STNK maupun SIM. Kemudian untuk 6 kendaraan diangkut ke Pospatwal Simpanglima karena tidak dilengkapi SIM dan STNK," ungkapnya. 

Termasuk  Endro menghimbau kepada para orang tua siswa dan pihak di SMKN 6 Semarang agar penertiban dan penilangan menjadi pembelajaran. Terutama bagi segenap orang tua siswa, apabila mengijinkan anaknya membawa kendaraan agar dilengkapi dengan kepemilikan SIM dan STNK. Tujuanya agar bisa tertib berlalu lintas. Kemudian bagi pihak sekolah agar bisa menyediakan fasilitas parkir sepeda motor bagi para siswa. Hal itu agar para siswa tetap dapat mengakses kendaraan untuk berangkat ke sekolah. 

"Menghimbau pihak sekolah untuk menyediakan fasilitas parkir agar siswa tidak memarkirkan kendaraan ditempat yang dilarang. Tetapi sekali lagi parkir kendaraan para siswa SMKN 6 di Jalan Sidodadi memakan separo jalan dan dapat mengganggu akses Jalan Sidodadi. Tentu dalam penertiban dan penilangan ini bisa menjadi pembelajaran bagi semua masyarakat. Setelah ini kami bersama Satlantas Polrestabes melanjutkan penertiban di Jalan Pandanaran," terangnya.


(Pamungkas Ashadi/CN19/SM Network)