• KANAL BERITA

Rendahnya Literasi di Indonesia Menyebabkan Hoax Merajalela

Lawan dengan Membiasakan Budaya Literasi Sejak Dini

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramerdeka.com - Dalam beberapa waktu ini, Indonesia dikejutkan beberapa peristiwa, salah satunya ialah kasus Papua dan 22 Mei di mana terjadi peristiwa memilukan yang mencoreng demokrasi di Indonesia. Hal ini terjadi karena terdapat oknum yang diduga sebagai provokator agar aparat dan masyarakat terpancing untuk bertindak represif dan terbakar emosinya untuk berbuat anarkis.

Fakta menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia masih mudah termakan oleh berita yang belum tentu kebenarannya kemudian menyebarkannya. Hal inilah yang dapat menyebabkan kontroversi.  “Salah satu faktor masyarakat Indonesia mudah sekali mempercayai hoax atau berita palsu ialah rendahnya budaya literasi di Indonesia,” Kepala Editor Trans Media, Titin Rosmasari.

Salah satu penyebab masyarakat Indonesia memiliki kebiasaan membaca yang rendah ialah kurangnya bahan bacaan non-pelajaran. Padahal menurut Ketua IKAPI, Rosidayati Rozalina; jenis bacaan yang paling populer ialah novel, komik dan buku anak.

Melihat fakta ini, Mahoni Edukasi Digital yang merupakan sebuah startup edutech di Indonesia, sebagai pengembang portal Pendidikan.id, sejak beberapa tahun lalu mencanangkan program “Komik Pendidikan” yang menyediakan bacaan literasi berupa komik dengan mengangkat topik seperti moral-budi pekerti, kesehatan, pengetahuan dan sejarah yang dikemas dengan cerita dan gambar yang menarik sehingga disukai oleh anak-anak.

Sejauh ini, program berjalan dengan sangat sukses melalui ujicoba mencetak komik dan membagikannya gratis ke banyak sekolah yang disambut oleh antusias anak-anak Indonesia saat membaca Komik Pendidikan. Kegiatan yang berlangsung dibeberapa kota di jawa sampai dengan pulau timor dan papua. Kegiatan ini secara langsung dapat membantu untuk meningkatkan minat baca anak secara perlahan-lahan namun pasti.

Namun, kegiatan mencetak komik kemudian membagi-bagikannya tidaklah terlalu efektif karena tidak semua anak Indonesia kebagian mendapatkan Komik Pendidikan ini. Karena itu, Pendidikan.id sudah memiliki solusinya yaitu dengan menciptakan sebuah aplikasi edutech yang dinamakan kipinschool di mana 250 Komik Pendidikan sudah ada di dalam aplikasi Kipin School dan komik-komik pendidikan dapat diunduh gratis melalui gawai maupun lewat personal komputer.

“Saat ini, Pendidikan.id sudah memproduksi lebih dari 250 judul komik (dan akan terus bertambah) yang semuanya  bisa di download gratis tanpa perlu membayar sepeser pun melalui aplikasi kipin school sehingga bisa dibaca di manap un dan kapanpun tanpa membutuhkan jalur internet lagi,” kata Santoso Suratso, CEO Pendidikan.id.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)