• KANAL BERITA

Model Pertanian Korporasi untuk Pengembangan Lahan Rawa

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

JAKARTA, suaramedeka.com - Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) menyelenggarakan diskusi tingkat tinggi mengenai Pengembangan Pertanian Korporasi di Lahan Rawa Mendukung Program Serasi belum lama ini. Diskusi diikuti oleh peserta yang berasal dari Kemendes PDT, Kemenkop dan UKM, Kemen BUMN (PT Bank Mandiri), Universitas Binus, dan Kementerian Pertanian.

Beberapa narasumber dari peneliti, akademisi dan praktisi serta pengambil kebijakan turut diundang untuk memaparkan pengalaman terkait pengembangan pertanian korporasi yang sudah ada. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Fadjry Djufry mengatakan bahwa aspek pengembangan kelembagaan petani masih menjadi tantangan, Balitbangtan telah dan sedang mengembangkan model-model pertanian korporasi.

“Lahan rawa berpotensi sebagai sentra pertanian baik di lahan rawa lebak maupun lahan rawa pasang surut. Dan, Badan Litbang telah mengembangkan teknologi pengelolaan lahan dan air serta tanaman,” ujar Kepala Balitbangtan saat membuka diskusi.

Lebih lanjut Kepala Balitbangtan, Kombinasi mengatakan, pengembangan kelembagaan dan implementasi teknologi pertanian di lahan rawa berbasis kultur masyarakat setempat diyakini mampu meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani serta perekonomian wilayah dan nasional.

“Pertanian korporasi mendesak untuk diterapkan dan dikembangkan, namun tidak ada satu model pertanian korporasi yang sesuai di semua kondisi. Model pertanian korporasi yang diterapkan berevoluasi menyesuaikan dengan kondisi setempat dengan sasaran akhir adalah peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani,” ujar Fadjry di BBSDLP.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Dedi Nursyamsi menyebutkan, Presiden Jokowi Widodo mengarahkan untuk membangun pertanian korporasi yang ditindaklanjuti Kementerian Pertanian, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, serta Kementerian Badan Usaha Milik Negara. “Diskusi ini diharapkan memperoleh model pertanian korporasi yang dapat dijadikan acuan, yang nantinya diperkuat oleh Permentan,” tambahnya.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)