• KANAL BERITA

Jawa Tengah Manfaatkan Peluang Perang Dagang dengan Peningkatan Ekspor

Foto: suaramerdeka.com / Cun Cahya
Foto: suaramerdeka.com / Cun Cahya

SEMARANG, suaramerdeka.com - Jawa Tengah harus mencari peluang di tengah gencarnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China saat ini yaitu melalui peningkatan ekspor. W. Rudy Prasetyo, Komite Tetap Hubungan Kerjasama Ekonomi Internasional Kadin Jawa Tengah mengatakan agar pelaku usaha tidak memandang perang dagang sebagai masalah besar tetapi harus disikapi sebagai sebuah peluang untuk bisa masuk pasar luar negeri terutama Amerika Serikat ataupun China.

"Jawa Tengah memiliki potensi besar menghasilkan produk-produk yang bisa diekspor. Kalau China bisa kenapa kita sebagai negara besar tidak bisa, pasti bisa," katanya saat menjadi pembicara  di acara Jago Bisnis dengan tema Strategi Meningkatkan Ekspor Jateng di Tengah Perang Dagang AS - China di TVku, Rabu (9/10).

Menurutnya, China bisa menjadi negara pengekspor besar karena melakukan efisiensi dalam produksi dengan menggunakan teknologi. Sedangkan di Indonesia masih berkutat dengan SDM yang belum bagus.

Kadin, lanjut Rudy, bersinergi dengan pemerintah  menentukan langkah jangka pendek dan panjang untuk meningkatkan ekspor. Salah satunya dengan pelatihan tata kelola pemasaran di negara tujuan. "Kadin selalu mendorong UMKM berpotensi untuk meningkatkan produk untuk bisa ekspor," ucapnya.

Haryanta, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah menambahkan akibat perang dagang tersebut ekspor Jawa Tengah  mengalami peningkatan. Di tahun 2018 ekspor ke Amerika mencapai 31 persen dan di 2019 ini meningkat 33 persen sedangkan ekspor ke China di 2018 mencapai tujuh persen meningkat jadi delapan persen di 2019.

Pemerintah juga telah melakukan langkah untuk meningkatkan ekspor salah satunya dengan coaching bagi perusahaan yang ingin ekspor maupun yang sudah.  "Tahun ini ada sekitar 60 pengusaha yang diundang untuk diberikan semacam bintek dan akan diambil 25 perusahaan yang dibantu coaching ekspor," jelasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengajak para UMKM berorientasi ekspor untuk ikut expo dalam dan luar negeri dengan mengundang ribuan buyer.


(Cun Cahya/CN26/SM Network)