• KANAL BERITA

Tiga Bulan, Kebakaran TPA Putri Cempo Belum Padam

PADAMKAN KEBAKARAN: Petugas dari Damkar Surakarta menyemprotkan air ke titik api di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Rabu (9/10). (suaramerdeka.com/Ari Purnomo)
PADAMKAN KEBAKARAN: Petugas dari Damkar Surakarta menyemprotkan air ke titik api di TPA Putri Cempo, Mojosongo, Solo, Rabu (9/10). (suaramerdeka.com/Ari Purnomo)

SOLO, suaramerdeka.com – Tiga bulan lebih kebakaran yang menimpa Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Mojosongo, Solo, hingga kini, belum sepenuhnya padam. Bahkan api mulai merembet dari sisi barat ke sisi timur.

Padahal dalam waktu dekat proyek pembangunan konstruksi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bakal dimulai diawali dengan fondasi. Saat ini upaya pemadaman terus dilakukan setiap saat, namun hasilnya tidak maksimal lantaran terbentur sejumlah kendala.

Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo menyampaikan, sebenarnya kebakaran sudah berhasil dipadamkan, beberapa waktu lalu, namun api kembali muncul ketika ada aktivitas pemulung yang nekat mengais sampah di sekitar titik api.

Saat sampah dikais, otomatis titik api akan terbuka dan saat tertiup angin maka api bisa kembali berkobar.

"Sebenarnya dulu padam, tapi karena ada aktivitas warga atau pemulung yang ngeker-eker (mengais) sampah, jadinya api kembali muncul. Dan ini sudah di sisi barat dan timur," kata Rudy, Rabu (9/10).

Rudy menambahkan, saat ini upaya pemadaman dengan penyemprotan terus dilakukan sebagai upaya melokalisasi titik api sehingga tidak semakin membesar atau merembet ke lokasi lain.

"Para pemulung juga ikut menjaga sampah agar tidak terbakar. Kalau ada yang terbakar bisa langsung dipadamkan," katanya.

Rudy menambahkan, saat ini Pemkot Surakarta sudah mendirikan posko kesehatan di wilayah Jatirejo, Mojosongo untuk melayani warga Solo terdampak kebakaran sampah TPA Putri Cempo.

Dengan pemeriksaan ini diharapkan bisa mengantisipasi warga terdampak asap kebakaran agar tidak sakit.  ‘’Tapi kalau warga luar Solo ingin periksa juga akan dilayani," katanya.


(Adi Purnomo/CN39/SM Network)