• KANAL BERITA

Bandel, Lapak Puluhan PKL di Rembang Digaruk

DIAMANKAN: Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak dirapikan setelah berjualan diamankan petugas Satpol PP menuju kantor agar para pelanggar tidak mengulangi kembali. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)
DIAMANKAN: Lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak dirapikan setelah berjualan diamankan petugas Satpol PP menuju kantor agar para pelanggar tidak mengulangi kembali. (suaramerdeka.com/Ilyas al-Musthofa)

REMBANG, suaramerdeka.com – Lapak dagangan milik puluhan pedagang di sejumlah jalan protokol Kota Rembang digaruk petugas Satpol PP. Tempat jualan mereka diamankan di Kantor Satpol PP lantaran para pemiliknya bandel berjualan di tempat yang tidak semestinya.

Petugas Satpol PP yang menggunakan truk operasional total mendatangi 5 titik berbeda. Pertama kawasan alun-alun yang disasar. Dari kawasan tersebut Satpol menemukan 12 PKL melanggar. Lapak mereka diangkut ke dalam truk.

Selanjutnya, petugas bergeser di kawasan timur Kantor Bappeda. Di sana Satpol mendapati ada 2 PKL yang melanggar aturan. Di Jalan Dr Wahidin, petugas Satpol mendapati 5 PKL yang melanggar aturan. Sedangkan di kawasan SD 4 dan Jalan Cokroaminoto, terdapat total 10 PKL yang melanggar aturan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Rembang, melalui Kabid Ketentraman Masyarakat, Teguh Maryadi menyatakan, para PKL yang kedapatan melanggar aturan diberikan pembinaan di kantor. Mereka mendapatkan pengarahan agar tidak mengulangi kembali perbuatan mereka.

Seluruh lapak pedagang yang diamankan di kantor bisa diambil kembali oleh pemilik dengan sejumlah syarat. Salah satunya adalah membuat surat pernyataan tidak mengulangi kembali pelanggaran yang dilakukan.

“Mereka yang mengambil lapak ke kantor harus membawa KTP. Kemudian mereka harus berkomitmen tidak mengulangi kembali berjualan di tempat-tempat yang tidak semestinya,” terang Teguh.

Ia menjelaskan, penegakan aturan yang dilakukan Satpol salah satunya adalah mendukung Pemkab dalam upaya meraih penghargaan adipura. Oleh karena itu, kegiatan penertiban PKL akan terus dilakukan untuk menciptakan kesadaran masyarakat.

“Kami ingin membangun kesadaran dan lingkungan hukum. Selama ini kami bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk bersama-sama membangun ketertiban di Kabupaten Rembang,” ujarnya.

Teguh menambahkan, Satpol tidak menutup kemungkinan memproses secara hukum bagi PKL yang benar-benar bandel. Mereka yang masuk kategori bandel adalah kembali mengulangi pelanggaran setelah membuat surat pernyataan.


(Ilyas al-Musthofa/CN39/SM Network)