• KANAL BERITA

Diresmikan, Pasar Mranggen Tampung 1.283 Pedagang

POTONG TUMPENG : Bupati Demak Muhammad Natsir menyerahkan potongan tumpeng kepada Kepala Pasar Mranggen disaksikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Demak, Siti Zuarin, kemarin. (SM/Hasan Hamid)
POTONG TUMPENG : Bupati Demak Muhammad Natsir menyerahkan potongan tumpeng kepada Kepala Pasar Mranggen disaksikan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Demak, Siti Zuarin, kemarin. (SM/Hasan Hamid)

DEMAK, suaramerdeka.com - Pasar Mranggen mulai ditempati pedagang setelah diresmikan Bupati Demak Muhammad Natsir, Rabu (9/10) pagi. Peresmian ditandai dengan pemotongan tumpeng dan penandatangan prasasti.

Pasar yang pembangunannya menelan anggaran Rp 80,3 miliar tersebut, menurut Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Demak Siti Zuarin menampung 1.283 pedagang.

Dari jumlah itu, 1.110 merupakan pedagang lama yang berizin, sedang selebihnya merupakan pedagang yang sebelumnya tidak memiliki izin. Mereka menempati di lantai 1 dan 2 dengan pembagian lokasi berdasarkan zona.

Di lantai 1 terdiri atas 190 kios permanen dan 474 kios partisi, adapun di lantai 2 berupa 170 kios permanen, 238 kios pasrtisi dan 211 los.

Penempatan pedagang berdasarkan zonasi yang meliputi zona pakaian, grabah, grabah bolo pecah, los basah, roti, sayur dan kuliner.

Siti Zuarin meminta seluruh pedagang yang telah mendapatkan tempat untuk segera memanfaatkannya dan ikut menjaga serta merawat pasar Mranggen.

Mereka yang diperbolehkan menempati kios adalah pedagang yang sudah daftar ulang dan membayar retribusi rekomendasi. "Sampai saat ini yang sudah membayar retribusi 909 pedagang, dengan jumlah retribusi sebesar Rp 5,2 miliar," terangnya.

Pasar Mranggen yang baru diresmikan, merupakan pasar rakyat berstandar SNI, yang didalamnya dilengkapi ruang kesehatan, laktasi, ruang bermain anak, muhala, kantor pasar, parkir, area bongkar muat barang, ruang metrologi dan MCK.

Penerapan SNI pada pasar rakyat tersebut akan menguntungkan para pedagang dan konsumen. Sebab pada dengan standar SNI kondisi pasar harus memenuhi unsur kebersihan, kesehatan, keamanan, serta adanya zonasi kios maupun los.

Dia mengungkapkan, pasar Mranggen yang berdiri di atas lahan seluas 12.610 meter persegi itu dibangun dalam 6 tahap yakni sejak 2014 hingga 2019. Total anggaran terserap sebesar Rp 80.319.449.000 yang di antaranya berasal dari APBD Kabupaten Demak Rp 71.348.515.000, dan APBD Provinsi Rp 8.970.934.000.

Sementara itu Bupati Muhammad Natsir meyakinkan bahwa Pasar Mranggen akan menjadi ikon tempat belanja yang aman, nyaman, lengkap dan berkualitas.

Dia mengajak masyarakat Kabupaten di wilayah selatan untuk berbelanja di pasar Mranggen. "Pasar ini masih sebagai pasar tradisional tetapi pelayanan dan fasilitasnya nyaman untuk pedagang maupun pembeli," tuturnya.

Dia pun menyarankan agar para pedagang memiliki kesadaran untuk merawat dan menjaga kebersihan sehingga masyarakat yang berbelanja merasakan nyaman.


(Hasan Hamid/CN39/SM Network)