• KANAL BERITA

Polisi Amankan Satu Warga Sumowono

Gelapkan Puluhan Hewan Ternak

HADIRKAN PELAKU: Kapolsek Sumowono, AKP Wiyono menghadirkan pelaku kasus penipuan dan atau penggelapan puluhan hewan ternak ketika gelar kasus di Polres Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)
HADIRKAN PELAKU: Kapolsek Sumowono, AKP Wiyono menghadirkan pelaku kasus penipuan dan atau penggelapan puluhan hewan ternak ketika gelar kasus di Polres Semarang, kemarin. (suaramerdeka.com/Ranin Agung)

UNGARAN, suaramerdeka.com - Satu warga Suruhan, Desa Jubelan, Sumowono Kabupaten Semarang diamankan karena diduga telah menggelapkan puluhan hewan ternak khususnya sapi dan kambing. Kuwat Panadiyo alias Pangat (51), harus berurusan dengan polisi setelah dilaporkan oleh beberapa korbannya ke Polsek Sumowono.

“Pelaku kami tangkap ketika melarikan diri dan bersembunyi di sungai, tidak jauh dari rumahnya,” kata Kapolres Semarang, AKBP Adi Sumirat melalui Kapolsek Sumowono, AKP Wiyono ketika gelar kasus di Polres Semarang, kemarin.

Dari pemeriksaan awal diketahui, pelaku diduga telah menjalankan aksinya tidak hanya di wilayah hukum Polres Semarang saja. Tetapi juga terdeteksi melakukan aksi serupa hingga di wilayah Polres Grobogan dan Polres Temanggung.

Berdasarkan keterangan saksi dan pelapor, Pangat diduga telah menggelapkan dua ekor sapi di wilayah Ungaran Timur, Kaloran (Temanggung) satu ekor sapi. Kemudian di Karangati (Bergas) tujuh ekor sapi dan dua ekor kambing, Sumowono enam ekor sapi dan empat ekor kambing, serta di Banyubiru tujuh ekor sapi dan 30 ekor kambing.

“Modusnya, membujuk kemudian hewan ternak korban dibawa dahulu dengan alasan hendak membantu menjualkan. Namun setelah ditagih uang penjualan, pelaku selalu mangkir. Keluarga pelaku pun mengatakan jika yang bersangkutan selalu tidak berada di rumah,” jelasnya.

Aksi penipuan dan atau penggelapan tadi, lanjut AKP Wiyono, sudah berjalan lebih kurang dua tahun. Dan ketika ditanya, dimana semua uang hasil penjualan ternak tersebut habis pelaku berdalih untuk membayar hutang.

“Di Polsek Banyubiru saja, indikasinya ada empat kasus serupa yang dilakukan oleh pelaku,” paparnya.

Kepada polisi, Pangat mengaku memang mempunyai hutang lebih kurang Rp 300 juta. “Uang untuk bayar hutang, dan rata-rata hewan ternak tersebut milik teman atau orang yang sebelumnya saya kenal,” ucapnya.

AKP Wiyono menambahkan, atas perbuatannya pelaku bakal dijerat dengan Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan atau penggelapan.

“Kasus ini terus kami kembangkan, karena tidak menutup kemungkinan pelaku tidak beraksi sendirian. Kepada korban yang belum melapor, disarankan untuk segera lapor ke polsek terdekat,” imbuh Kapolsek Sumowono.


(Ranin Agung/CN39/SM Network)