• KANAL BERITA

Bupati Sleman Bantah Isu Pemekaran

Foto: suaramerdeka.com / dok
Foto: suaramerdeka.com / dok

SLEMAN, suaramerdeka.com - Beberapa hari terakhir cukup santer beredar informasi melalui aplikasi Whatsapp (WA), tentang isu perluasan Kota Yogyakarta dengan memasukkan sejumlah desa di Kabupaten Sleman dan Bantul. 

Dalam pesan itu tertulis, nantinya sesudah Kota Yogyakarta melakukan perluasan wilayah, maka kecamatan akan terbagi lagi menjadi 5 kawedanan, 24 kecamatan, dan 100 kelurahan. Kecamatan Caturtunggal, Sinduadi, Tirtohanggo, dan Caturtunggal disebut-sebut dalam area perluasan itu. Secara administratif, daerah tersebut saat ini masuk dalam wilayah Kabupaten Sleman. 

Menyikapi kabar itu, Bupati Sleman Sri Purnomo menegaskan berita tersebut hanya hoax. "Tidak ada babibu, tahu-tahu muncul isu pemekaran. Itu hanya hoax, tidak usah ditanggapi," katanya, kemarin.

Dia juga meminta warga tidak perlu resah dengan adanya berita hoax itu. "Masyarakat sudah nyaman dengan Sleman Sembada-nya," tukas Sri.

Saat diminta tanggapan, Kepala Desa Condongcatur, Reno Candra Sangaji mengatakan, tidak pernah ada pembicaraan tentang hal itu sebelumnya. "Saya cuma dapat infonya dari WA. Sepertinya hoax karena belum ada diskusi," ujarnya.

Menurut Reno, keputusan pemekaran wilayah tidak bisa dilakukan sembarangan. Perlu ada koordinasi dan kajian yang matang. Kendati Condongcatur ada di daerah perbatasan Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman, dia menilai warganya tetap nyaman berada di Sleman. 

Merunut sejarah, Desa Condongcatur dibentuk pada tahun 1946 yang merupakan gabungan dari empat kelurahan yakni Kentungan, Manukan, Gorongan, dan Gejayan. Setelah empat kelurahaitu bergabung, Desa Condongcatur dimasukkan dalam wilayah Kabupatan Sleman. Total luasan Desa Condongcatur adalah 950 hektare dengan cakupan 218 lingkungan rukun tetangga, dan 64 rukun warga. Jumlah penduduk saat ini tercatat sekitar 50.000 jiwa.


(Amelia Hapsari/CN26/SM Network)