• KANAL BERITA

Kemungkinan Adanya Resesi Global dalam Waktu Dekat Kembali Jadi Sorotan

Foto: istimewa
Foto: istimewa

JAKARTA, suaramerdeka.com - Memasuki kuartal terakhir tahun 2019, perekonomian global masih kian melesu. Koreksi atas proyeksi pertumbuhan ekonomi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga keuangan internasional seperti World Bank, International Monetary Fund dan juga Organization for Economic Cooperation and Development terjadi silih berganti sejak dua kuartal belakangan ini.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Pingkan Audrine Kosijungan mengatakan, dari proyeksi ketiga Lembaga tersebut, pertumbuhan ekonomi global berada di rentang 2,6 hingga 3,2 persen dari yang semula berada pada rentang 2,9 hingga 3,3 persen.

Seiringan dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi tersebut, kemungkinan akan adanya resesi global dalam waktu dekat kembali menjadi sorotan. Setidaknya tiga negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris dan Jerman menjadi sangat rentan terhadap kemungkinan resesi dalam waktu dekat. Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China yang sudah bergulir lebih dari satu tahun lamanya belum memperlihatkan tanda-tanda akan berakhir.

“Setidaknya kita masih harus menunggu hingga kedua negara tersebut bertemu pada 10 Oktober mendatang untuk mengetahui perkembangan kebijakan yang akan diambil oleh Amerika dan China menyikapi tensi perdagangan diantara kedua negara dengan tingkat konsumsi tertinggi di dunia itu,” tambahnya.

Di sisi yang lain, perekonomian di benua biru juga tidak jauh dari kemungkinan resesi yang menghantui akibat dari adanya tensi geopolitik antara Inggris dengan Uni Eropa menjelang keputusan final Brexit yang akan ditetapkan pada 31 Oktober mendatang.

Inggris dan Jerman masing-masing mengalami perlambatan ekonomi sepanjang tahun 2019, dilansir dari Office for National Statistics UK, memasuki kuartal ketiga pertumbuhan ekonomi Inggris stagnan dengan perlambatan 1,8 persen dari kuartal sebelumnya. Di Jerman, Germany National Statistics Office menyatakan bahwa kontraksi ekonomi terus terjadi selama 9 bulan belakangan dengan pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2019 berada pada level 0,4 persen.


(Andika Primasiwi/CN26/SM Network)